Pertanyaan Tentang Kedatangan – Sebuah Memoar Penantian

messageImage_1490239010708

Perempuan itu menangis lama sekali, hampir sepertiga malam. Matanya sembab, merah, dan seperti tiada lagi air tersisa di sana. Detik melambat. Malam jadi terasa begitu panjang.

Dan perempuan itu terus menangis. Membicarakan apa saja yang memenuhi kepalanya. Menumpahkan semua   keluh, kesah, dan sedikit sumpah serapah—entah pada siapa. Mempertanyakan segala pertanyaan yang menusuk-nusuk batinnya silih berganti pada lubang luka yang sama. Semuanya dilakukan dengan tersedan, napasnya terdengar semakin payah.

Aku memilih berbaring pada jarak tertentu, membiarkan perempuan itu memeluk dirinya sendiri. Tak ada kata, atau bujuk rayu apa pun yang bisa menghentikan tangisnya. Tak ada humor yang bisa membuatnya tertawa, atau sekadar menyunggingkan senyum di ujung bibirnya. Tak ada raba yang sanggup menenangkannya.

Jadilah aku pecundang yang hanya bisa menunggu. Mengawasi perempuan itu dengan perasaan cemas dan takut. Menanti dirinya kehilangan daya. Membujuk sisa-sisa malam untuk segera menelan tubuhnya yang lunglai, membawanya jauh dari pusat kesadaran untuk sejenak menepi dan beristirahat. Sehingga ketika gema azan hadir bersahutan, ia bisa cepat-cepat bangun, membasuh tubuhnya, bersujud, untuk kemudian melanjutkan tangisnya.

Kekasih, perempuan itu adalah ibumu. Dan peristiwa yang baru saja kuceritakan telah terjadi berkali-kali serupa déjà vu yang enggan pergi. Menjadikanku lelaki paling tak berguna di dunia.

Bagaimana meredakan tangis seorang perempuan karena rindu yang begitu dalam adalah pertanyaan yang tak kutemukan jawabnya. Atau, jika ini adalah ujian, ini ujian yang aku tak pernah lulus.

Kekasih…

Barangkali kehadiranmu, dan hanya kehadiranmu yang bisa menyembuhkan lukanya.


asasasdd


Kapan lulus? Kapan kerja? Kerja di perusahaan apa? Kapan nikah? Kapan punya anak? Sudah berapa anaknya? Belum punya rumah sendiri? Dalam pergaulan kita, pertanyaan-pertanyaan semacam itu seringkali diucap begitu saja, tanpa pretensi. Sebagian, bahkan terdengar cuma basa-basi.

Setelah kami menikah pada 8 Maret 2014, aku barangkali cukup beruntung karena bisa lolos dari serangan pertanyaan ‘kapan nikah?’. Pun terbebas dari olok-olokan murahan seperti ‘truk aja gandengan, masa kamu enggak?’ atau pantun menyebalkan semacam ‘aku madrid kamu barcelona, aku sudah married kok kamu masih berkelana?’.

Namun, barangkali karena pada hakikatnya hidup adalah ujian, pikiran dan perasaanku tak begitu saja terbebas dari kegelisahan. Pertanyaan-pertanyaan lain hadir. Tentang kelulusan, pekerjaan, dan belakangan yang paling rajin datang adalah tentang buah hati.

Terutama setelah pernikahan kami memasuki usia satu tahun, dua tahun, pertanyaan-pertanyaan  mengenai kehadiran anak semakin sering terdengar. Tiba-tiba kami merasa begitu banyak orang yang ikut campur dalam rumah tangga kami. Menyarankan apa yang harus dan tidak harus kami lakukan. Melukai istriku dengan pisau-pisau pertanyaan yang begitu tajam seolah mereka asah setiap hari.

Membuat kami merasa bersalah atas sesuatu yang bagi kami bukanlah sebuah kejahatan.

Pertanyaan Tentang Kedatangan adalah sebuah memoar penantian. Dipersembahkan untuk kita yang pernah, sedang, dan kelak akan diserang berbagai pertanyaan dalam hidupnya. Pertanyaan-pertanyaan yang pada titik tertentu membuat kita merasa ingin menarik diri dari pergaulan, mengasingkan diri sejauh mungkin.

Bagi saya, buku ke-6 ini spesial karena saya berhasil merayu istri saya Vidia Nuarista untuk ikut menumpahkan perasaannya.

Harga buku ini 54,000. Untuk mengoleksi, kamu bisa mengisi form

Nama:
Alamat Lengkap:
No HP:
Email:
Judul/Paket yang Dipesan:

Kirim ke salah satu channel Lampudjalan berikut:
– LINE @lampudjalan (dengan @)
– Whatsapp 08119923400

Admin Lampudjalan akan menginfokan rincian biaya & nomor rekening untuk transfer. Sebagai informasi, stok buku saat ini sangat terbatas.

Kamu juga bisa pesan sekaligus dengan karya saya lainnya. Ada diskon 10% untuk pembelian minimal 3 judul. Lihat info lengkap di azharologia.com/koleksi.

jhj

Semoga, buku ini bisa membuat kita terus berbaik sangka kepada Allah. Dan bersyukur atas segala ketetapan-Nya. 🙂



blogsBuku Pertanyaan Tentang Kedatangan juga akan hadir bersama soundtrack yang dinyanyikan oleh Andi Abdur. Lagu ini bisa diunduh di andiabdur.com