Biar Rindu Tak Lagi Mengelus Rindu

Ada yang kurang. Seperti ada potongan cerita yang hilang. Atau terhapus. Harusnya tak berakhir begini. Tapi, inilah yang terjadi. Memang harus ada yang terluka. Dan biarlah itu aku sendiri.

Tubuhku sama sekali tidak gemetar. Tidak juga ada titik air dari mata, sekedar kaca-kaca pun tidak. Mereka bilang sakit hati lebih menyedihkan dari pada sakit gigi. Tapi aku tidak tahu benar, sedang patah hatikah aku. Hanya ada perasaan iri pada benda-benda mati yang bisa selalu berada di sampingnya. Juga pada hewan-hewan kecil yang mungkin luput dari pandangannya. Tapi mereka bisa dekat, bisa menyapa, bisa menatap. Dan bagiku itu sudah cukup.

Continue reading Biar Rindu Tak Lagi Mengelus Rindu