Undangan untuk Pembaca Maharani

Mahar untuk Maharani; buku terbaru ini agak berbeda dibanding karya-karya saya sebelumnya, terutama dalam proses penulisan. Ketika menulisnya, entah mengapa saya tak bisa berhenti membayangkan bagaimana ekspresi yang akan muncul di wajah para pembaca ketika membacanya. “Ini harus jadi novel yang menyenangkan, bisa dibaca oleh siapa saja, bahkan dalam sekali duduk karena pembaca begitu menikmati setiap lembarnya!” Tentu saja, tanpa mencerabut nilai-nilai kebaikan di dalamnya, sebab itulah yang telah, sedang, dan akan selalu menjadi motivasi terkuat bagi saya untuk terus berkarya. Tanpa nilai-nilai itu, semenarik apa pun sebuah karya, sebaik apa pun penerimaannya di pasaran, tak ‘kan ia jadi pemberat amal kebaikan.

Di penghujung Desember 2017, ketika novel Mahar untuk Maharani mulai dikirim ke rak-rak buku pembaca, saya pasrah. Huruf demi huruf telah selesai dirangkai, halaman demi halaman telah dihimpun dan tersebar ke berbagai penjuru tanah air, mulai dari daerah yang sudah begitu saya kenal seperti Depok, Bogor, Jakarta, Bandar Lampung, hingga yang namanya terdengar begitu asing di telinga seperti Maliaro di Ternate, Sarmi di Papua, Nanga Bulik di Kalimantan Tengah, atau Kelurahan Pangaliali di Kabupaten Majene-Banggae, Sulawesi Barat. Biaya kirim ke daerah-daerah tersebut bahkan menyaingi harga buku itu sendiri. Adakah yang lebih menderu, di dalam dada saya sebagai penulis selain perasaan haru? Maka rasa cemas itu tak cuma sekali dua kali mampir: akankah saya membuat pembaca kecewa? Akankah karya sederhana ini bermanfaat bagi mereka? Tapi, mau bagaimana lagi, penulis tak lagi bisa apa-apa. Inilah saatnya kamu, pembaca, yang memberi vonis atas karya ini.

Melalui instagram, facebook, dan kanal digital lainnya saya sudah banyak membaca respons mengenai novel terbaru ini. Respons itu beragam, dan tentu saja saya tak mengingat keseluruhannya. Yang saya ingat betul, hampir setiap di setiap respons itu pembaca menyatakan rasa penasarannya akan kelanjutan kisah Maharani, Salman, Ajran, dan tokoh-tokoh lain di dalam ‘Mahar untuk Maharani’. Doakan, insyaAllah paling lambat di akhir tahun 2018 ini, kisah mereka berlanjut.

Sambil menunggu, saya ingin mengundang para pembaca (tentu saja, tanpa membedakan apakah novel yang dibaca itu milik sendiri atau pinjam dari teman :p ) untuk bernostalgia dengan Salman dan Maharani. Saya mengundang teman-teman untuk mengulas novel ‘Mahar untuk Maharani’.

Tentu saja, agar seru, undangan ini punya beberapa ketentuan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Undangan #MengulasMaharani ini berlaku selama 2-7 Maret 2018.
  2. Peserta undangan bisa menulis ulasan seekspresif mungkin. Isi ulasan tentu saja diserahkan kepada kamu sebagai pengulas, tetapi sebagai gambaran, ulasan bisa berisi pandangan kamu secara umum terhadap novel ini, tokoh dan adegan favoritmu, nilai-nilai kebaikan yang bisa dipetik (bila ada), dan perasaanmu ketika menutup halaman terakhir. Tentu saja, kamu juga boleh menyertakan kritik atau masukan-masukan untuk penulis, atau menceritakan pengalaman kamu ketika memesan dan menanti kedatangan novel ini, atau apa saja yang ingin kamu ceritakan.
  3. Ulasan disertai foto Novel Mahar untuk Maharani, atau foto kamu sedang membaca novel tersebut.
  4. Ulasan di-publish di blog, lalu tautannya dikirim via email ke azharologia@live.com dengan subjek ‘Ulasan Maharani_Nama Kamu’. Platform blog boleh apa saja, seperti tumblr, wordpress, blogspot, dan lain-lain. Untuk yang belum punya blog, tidakkah kamu berpikir inilah saat yang tepat untuk membuat akun blog? 😀
  5. Tiga ulasan terpilih akan mendapat Paket Merchandise Mug & Keychain Mahar untuk Maharani, akan diumumkan 10 Maret di halaman ini. Biaya kirim sepenuhnya ditanggung oleh tim azharologia.
  6. Ini ketentuan terpenting, seluruh Pembaca Maharani yang memenuhi undangan ini akan mendapat potongan harga 10% dan merchandise ketika Pre-Order buku Ke-2 Serial Maharani dibuka nanti. Pastikan nama lengkap yang tercantum di email sama dengan nama yang akan digunakan saat pemesanan nanti.

Sekali lagi, terima kasih telah menjadi bagian dari Pembaca Maharani, juga atas berbagai bentuk apresiasi untuk karya sederhana ini. Apabila kamu ada pertanyaan, silakan kirim pesan via whatsapp ke admin azharologia 081212340604 atau langsung menulis komentar di bawah. Selamat mengulas!



 

– Update 10 Maret 2018 –

Ulasan dari #PembacaMaharani

Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk teman-teman #PembacaMaharani yang sudah meluangkan waktu, pikiran & tenaganya untuk memenuhi undangan #MengulasMaharani. Meski saya dapat banyak laporan teman-teman mengalami kesulitan mem-posting tulisannya karena Tumblr sebagai salah satu platform blogging sedang diblokir, rupanya masih ada 32 #PembacaMaharani yang tak surut langkahnya. Sebenarnya ulasan yang masuk lebih dari angka tersebut, namun sangat disayangkan sebagian mengirim ulasan tidak sesuai ketentuan.

Saya & tim sudah menentukan 3 ulasan terpilih. Tiga ulasan tersebut bisa dilihat di tautan berikut: Pengumuman 3 ulasan ‘Mahar untuk Maharani’ terpilih. (tautan tersebut hanya bisa dibuka menggunakan password, passwordnya  nama tukang ojek langganan Salman yang akhirnya membantu mengurus kebun kangkungnya. Lima huruf, tanpa ada yang kapital. XD )

Berikut 32 ulasan dari #PembacaMaharani yang kami terima dan kami baca. Sebagian ditulis dengan begitu mengharukan, sebagian lagi jenaka mengundang tawa atau sekadar senyum kecil di wajah kami.

*peringatan khusus untuk kamu yang belum membaca novelnya, sebagian besar ulasan di bawah ini mengandung spoiler yang mungkin akan mengurangi sensasi keseruan ketika membaca nanti. :p

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s