Antologi Prosa: Ja(t)uh

jatuhwarna

Testimoni Ja(t)uh oleh Nisa Salsabila (Mahasiswi FK UGM)

“Kamu ingin tahu bagaimana rasanya seketika lupa cara bicara? Jadilah aku, lalu temui dirimu. Esok, lusa, atau kapanpun kamu bersedia. Maka kamu akan merasakan getar-getar itu: gempa bumi pribadi yang membuat jiwamu seolah luluh tanpa daya.”

Ja(t)uh merupakan kumpulan cerpen, puisi, serta prosa-prosa ringan yang sebagian besar pernah dipublikasikan di blog azharologia dan ditulis selama tahun 2011-2013. Ja(t)uh berisi proses pencarian jati diri, pemaknaan terhadap cinta, serta renungan-renungan sederhana tentang kehidupan. Tanpa bermaksud menebarkan kegalauan di muka bumi apalagi menggurui, Ja(t)uh hadir terutama untuk mengajak kita memaknai kembali cinta: betapa suci dan indahnya ia.

Dalam buku ini, Azhar mengajak para pembacanya untuk ikut jatuh dalam pusara kehidupan yang tidak utopis, namun indah. Sakit, tapi juga nikmat. Rindu, tapi juga bahagia. Bukan, bukan kegalauan ala anak muda yang cengeng dan tidak berlandaskan akal sehat. Semua yang ditulis oleh Azhar, meski—katanya—adalah apa yang ia rasakan dalam hati, namun mampu menularkan sebongkah semangat dan optimisme. Bahwa cinta itu indah. Dan orang yang tak mampu melihat indahnya cinta, hanya perlu melihat ia dari sudut pandang yang berbeda saja. Bahwa rindu, sekali pun sesak, kadang lebih baik dan lebih suci untuk menjaga cinta itu sendiri.

Pemaknaan yang religius namun tidak menggurui, dan bahasa yang mengalir dengan diksi yang begitu indah, membuat buku ini sangat cocok bagi siapa pun. Siapa pun yang ingin jatuh, pernah merasakan jatuh, ataubahkan sedang jatuh.

***

Testimoni Pembaca

Jatuh cinta menjadi sesuatu yang penuh dengan ketidakpastian, kadang bahagia, kadang sengsara karena merindu. Cinta masih berupa suara-suara yang sayup terdengar. Bisa dibilang kumpulan tulisan dalam buku ini merupakan awal perjalanan penulis menuju cinta sejatinya. Ketika membaca buku ini Saya ingin terus membuka halaman-halaman berikutnya tanpa henti, tenggelam dalam metafora-metafora yang dihadirkan oleh penulis. – Tina Dwi Rubianti

Kak Azhar berhasil membuat saya benar-benar jatuh! – Syaldiles Putri

Saya menikmati cara Azhar menemukan dirinya dalam kata-kata, dalam antologi berjudul Ja(t)uh ini. – Fahd Pahdepie

5 thoughts on “Antologi Prosa: Ja(t)uh”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s