Ja(t)uh: Sebuah Santapan

cover

“Saya menikmati cara Azhar berusaha menemukan dirinya dalam kata-kata, dalam antologi berjudul Ja(t)uh ini. Dan saya menyukainya.” Fahd Djibran

“Berhenti di sana. Jangan lagi kamu berjalan meski pelan-pelan. Aku takut ketika kamu jatuh, tanganku belum siap di sana untuk menangkapmu.

Jadi tunggu dulu.

Tunggu. Sampai mulutku tak lagi gagu. Sampai bicaraku lancar tanpa harus fokus pada jantung yang dengan cepat  berdebar. Aku tidak akan mengatakan kata-kata yang diucapkan kebanyakan orang: Pasaran. Bualan. Jadi biarkan aku berkreasi sambil membaca situasi.

Dan selama itu, silahkan kamu menunggu.”

     Membukukan tulisan-tulisan ringan dalam blog menjadi sebuah buku, barangkali merupakan satu dari sekian banyak hal yang mimpi. Sampai suatu saat entah bagaimana caranya saya dipertemukan dengan orang-orang spesial yang ‘memaksa’ proses pembukuan ini. Pembangunan motivasi, perumusan konsep, sampai dengan proses administratif tidak pernah terlepas dari dukungan orang-orang terdekat termasuk di dalamnya sudah tentu para pembaca setia azharologia. Maka buku ini akhirnya dapat lahir ke dunia, dengan berbagai proses ‘ajaib’ yang menyertainya: tanpa bidan ataupun dukun beranak.

    Ja(t)uh merupakan kumpulan cerpen, puisi, serta prosa-prosa ringan yang sebagian besar pernah dipublikasikan di blog azharologia dan ditulis selama tahun 2011-2013. Ja(t)uh berisi tentang proses pencarian jati diri, pemaknaan terhadap cinta, serta renungan-renungan sederhana tentang kehidupan. Tanpa bermaksud menggurui, Ja(t)uh hadir terutama untuk mengajak kita memaknai kembali cinta: betapa suci dan indahnya ia.

     Lahirnya Ja(t)uh sebagai sebuah karya yang bisa dinikmati dalam bentuk buku, tidak lain hanyalah bentuk lain dari apa yang biasa kita sebut ‘Merapikan Kenangan’. Tugas suci kenangan adalah pada momentum tertentu mengajak kita untuk menengok kebelakang, untuk sekadar memicu syukur: betapa beruntungnya kita berada di sini, dalam perjalanan ini, dengan destinasi seindah ini.

     Selamat menangkap. Selamat menyantap, semoga dalam kamus jiwa kita tak pernah ada kata kenyang!

Jatuh the legend miniheader FB + twitter oyeeeeeee

13 thoughts on “Ja(t)uh: Sebuah Santapan”

  1. Saya kagum, terinspirasi dan banyak belajar dari tulisan-tulisan di blog ini. Tulisan-tulisan singkat yang menjentik, bahkan kadang menampar kita berkali-kali. Puisi-puisi yang romantis, tak bosan dan tetap mendamaikan meski sudah dibaca berulang-ulang.

    Buku Ja(t)uh ini jadi salah satu buku yang sekarang sangat saya tunggu-tunggu, bukan untuk membaca tulisan-tulisan karena kalau sekadar membaca toh bisa baca di blog ini, kan? Tapi bisa memiliki buku Ja(t)uh, buat saya berarti memiliki koleksi langka. Tulisan-tulisan singkat penuh makna dan sangat berkarakter.

    Saya siap menangkap! Hap hap! :”)

  2. Ka Azhar, ditunggu banget launcjingnya!
    ! Aku sama temen2 udah siap menangkap nih. Btw aku paling suka Biar Ia Terkembang jadi Kata, ceritanya ngalir tapi dalem. Sukses!!!

  3. ya allah kak, udah lama ga tahu kabarnya,
    udah lama ga ketemu, belom sempet ngucapin selamat ultah langsung,
    eh udah mau bikin buku aja,
    eh udah ada azharologia aja,
    eh udah menang surat untuk dee aja
    eh udah berubah jadi fanpage aja,
    selamat kak selamat !!!:)
    semoga pas ketemu dapet buku ya, hehe

    semangaat :3

  4. Keren dan sangat inspiratif.. Membaca blog Azhar membuat saya juga ingin menerbitkan buku (meski bikin draft saja belum). Kalau boleh tahu, ini self publishing atau melalui penerbit tertentu? Terima kasih 🙂

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s