Undo

Salah satu manfaat yang paling terasa dari kehadiran komputer adalah betapa mudahnya membatalkan keputusan.

Saat kita mengetik kalimat yang salah, lalu klik ‘undo’, naskah pun kembali seperti semula—kesalahan diperbaiki. Jika kita tak suka akan keberadaan sebuah foto yang di dalamnya kita terlihat gemuk, kita tinggal menekan ‘delete’. Lalu, seandainya kita tak sengaja menghapus sebuah dokumen penting, kita hanya perlu membuka recyclebin, klik ‘restore’. Maka, simsalabim, dokumen terselamatkan.

Sayangnya, hal demikian tak selalu berlaku dalam kehidupan.

Dalam hidup, ketika kita melakukan kesalahan—misalnya melukai hati seseorang, tak ada tombol ‘undo’ yang bisa ditekan. Mau tidak mau, kita harus meminta maaf. Itu pun, tentu tak memperbaiki segalanya.

Kita juga tak bisa begitu saja menghindari tanggung jawab, hanya karena hal tersebut tak menyenangkan buat kita. Sebab, beberapa hal dalam hidup memang tak selalu berjalan sesuai keinginan.

Dan yang paling disayangkan, ketika seseorang yang kita cintai pergi meninggalkan dunia, sesedih apa pun kita, sederas apa pun air mata yang mengalir di pipi, tak ‘kan pernah bisa mengembalikannya.

Saya jadi teringat dosen saya, Pak Ahmad Syafiq, pernah berujar, “Seandainya dalam hidup manusia ini ada tombol ‘undo’, pasti sudah rusak karena begitu sering ditekan.”

Depok, 4 Januari 2018

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

One thought on “Undo”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s