Mencintai Diri Sendiri

NARSIS!

Kemungkinan besar, itulah kata yang langsung muncul di kepala setiap kita mendengar frase ‘mencintai diri sendiri’. Ada kesan sombong, kekaguman yang berlebihan, dan tentu saja, keegoisan yang menyebalkan. Bisa dipastikan, tak ada satu pun dari kita yang bersimpati kepada orang yang sejak bangun tidur hingga tidur lagi terus menerus memuji diri dan memamerkan aneka kelebihan yang dimilikinya.

Orang yang seperti itu, memang baiknya tak ada di lingkaran pertemanan. Juga, tak muncul di lini masa media sosial kita. Kalau terpaksa menemukan mereka di daftar video trending Youtube, ya sudah, abaikan saja.

Jadi, tidak bolehkah kita mencintai diri sendiri?

Menurut saya, HARUS.

Lho, bagaimana sih?!

Begini. Saya kira, tiap-tiap kita harus mencintai diri sendiri, dengan makna cinta yang dewasa. Cinta yang tak sekadar rasa kagum yang penuh puja-puji.

Kalau kamu mengaku mencintai seseorang, tetapi yang kamu lakukan sepanjang hari hanyalah mengagumi keindahannya, memuji keelokan parasnya, masihkah itu bisa disebut cinta? Kalau kamu mengaku mencintai seseorang, tetapi yang kamu pikirkan setiap hari hanyalah keinginan untuk memiliki dan menguasainya, untuk dipamerkan kepada dunia sehingga semua orang di muka planet ini tahu betapa hebatnya dirimu, masihkah itu disebut cinta?

Bukankah sesungguhnya di dalam kata ‘aku mencintaimu’ terkandung satu komitmen untuk menjaga, merawat, dan menumbuhkan?

Jadi, mari kita cintai diri kita sendiri, dengan pengertian yang dewasa itu. Mari kita cintai diri sendiri, tidak dalam pengertian narsistik.

Ini soal membangun hubungan mendalam dengan diri kita sendiri, termasuk memaafkan segala kelemahan yang dimilikinya. Ini soal mendengarkan suara-suara yang ia bisikkan, bahkan ketika suara itu terdengar begitu pelan. Ini soal komitmen untuk terus menjaga, merawat, dan menumbuhkannya agar ia terus bertransformasi menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Inilah kiranya, pandangan saya soal mencintai diri sendiri. Semoga, di tahun 2019 yang sudah tak sabar memeluk kita dengan kehangatannya, kita bisa lebih sungguh-sungguh melakukannya.

…ㅤ 

Depok, 31 Desember 2018
Laki-laki yang sedang belajar mencintai,
Azhar Nurun Ala 

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s