Ketidaksempurnaan Sempurna

Kita adalah sepasang kekasih yang mulai lelah dengan cinta yang tak kasat mata. Kita melangkah bersama, bergandeng tangan mesra, tersenyum sambil menatap ragu: cerah-terangkah jalan di depan, atau gelap terbungkus kabut. Tapi kita terus melangkah.

Kita tak bisa membaca masa depan, tapi kita selalu pura-pura yakin dan percaya saja agar orang-orang berhenti bicara dan bertanya. Agar kita bisa tidur nyenyak dan menyelam dalam samudera mimpi yang batas-batasnya telah kita sembunyikan di bawah bantal.

Kita beteduh saat hujan, berdarah ketika luka, dan—seperti manusia biasa lainnya—berair mata kala dirundung duka. Tapi sesekali kita menari di bawah rinai, menikmati perih yang dipicu oleh rindu, dan menertawakan kepedihan-kepedihan hidup. Kadang kita kalah, kadang mengalah.

Kita adalah kerapuhan yang pura-pura tegar,
tawa yang penuh sandiwara,
keyakinan yang sarat prasangka.

Kita adalah ketidaksempurnaan sempurna.

***

Sukabumi, 19 Desember 2017

Photo by Johnny Gra on Unsplash

SaveSaveSaveSave

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

One thought on “Ketidaksempurnaan Sempurna”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s