Demikianlah, Kekasih…

Pagi ini saya menengok blog yang sudah lama tak dikunjungi. Itu pun, karena saya membaca komentar di Facebook Page bahwa alamat azharologia.com tidak bisa diakses. Benar saja, ada permasalahan dengan domain-nya, yang beberapa menit kemudian segera teratasi.

Tentu saja, setelah permasalahan diselesaikan, browser langsung mengarahkan ke beranda. Di sana terlihat jelas, terakhir saya menulis di blog adalah 9 Agustus 2017, memperingati 1 bulan kepergian bapak. Persis di bawah postingan tersebut, terdapat tulisan yang di-posting beberapa bulan sebelumnya, 6 April 2017, tentang kelahiran anak kami, Muhammad Salman Nurun Ala.

Satu tentang kedatangan… Yang lainnya adalah cerita tentang kepergian.
Satu ditulis dengan suka cita… Yang lainnya ditulis dengan sesak dada dan air mata.

Demikianlah, Kekasih…
Aku menulis untuk mengapresiasi setiap takdir indah-Mu. Maksudku, setiap takdir-Mu. Karena segalanya pastilah indah, meski kadang hamba cupet dan tak tau diri.

Dan demikianlah, Kekasih…
Aku memilih bertahan untuk terus percaya: dari semua yang hilang dengan atau tanpa ‘selamat tinggal’, tak ada yang benar-benar pergi.

Bandar Harapan, 3 Oktober 2017

 

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s