Selamat Datang, Salman!

Kekasih… sejak sabtu 1 April seminggu yang lalu ibumu sudah memasuki bukaan pertama. Satu penanda penting bahwa tak lama lagi kau akan lahir ke dunia. Hingga Rabu 5 April, kontraksi semakin intens tapi bukaan tidak juga bertambah. Sementara rasa sakit semakin menjadi. Malam harinya, pihak RS menawarkan 2 pilihan, induksi dengan obat atau langsung operasi caesar. Uti menyarankan agar langsung caesar saja karena beliau tahu dari teman-temannya induksi dengan obat perangsang itu sakit bukan main. Aku yang tahu ibumu ingin sekali melahirkan normal menyerahkan keputusan pada ibumu. Dengan tekad yang kuat, ia memilih berikhtiar semaksimal mungkin untuk melahirkan secara normal & menyatakan siap dengan segala konsekuensinya.

Malam itu juga pukul 23.00 ibumu memasuki kamar bersalin, diberi obat untuk induksi dengan harapan dalam 6 jam bukaan bertambah. Dan 6 jam itu… adalah 6 jam terlama dalam hidup ibumu. Lebih dari tiga tahun hidup dengannya, belum pernah aku melihat ia menangis semenderita itu. Tangan kirinya memegang tepi ranjang, tangan kanannya menggenggam erat tanganku. Air matanya tak berhenti mengalir.

Di tengah tangis yang panjang itu, air ketubannya mengalir. Aku panik, ibumu lebih-lebih. Bidan mencoba menenangkan dan rasa sakit itu ditahan hingga pukul 05.00.

Enam jam yang panjang itu berakhir. Bidan kembali melakukan observasi dan bukaan belum juga bertambah. Sementara air ketuban terus mengalir.

Aku yang tak tega lagi melihat penderitaan itu membujuk ibumu untuk operasi caesar. Ia setuju. Bagaimanapun, ia sudah berikhtiar dengan begitu hebat. Bidan menghubungi dokter dan operasi dijadwalkan hari itu juga Kamis 6 April pukul 07.00.

Aku, Uti & Akung menanti di ruang tunggu dengan berdebar-debar. Sebelum jam 08.00 salah satu bidan keluar dari ruang operasi, mengabarkan bahwa dirimu sudah lahir di pukul 07.27 dengan berat 3,2kg dalam kondisi sehat wal’afiat.

Selamat datang, kekasih: Muhammad Salman Nurun Ala. Bersyukur dan berbangga hatilah, sebab kau punya ibu yang sangat hebat. Yang sangat kuat.

sdsfdsfdg
Muhammad Salman Nurun Ala

Engkau cahaya yang akan membawa ketenangan di muka bumi. InsyaAllah…

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

2 thoughts on “Selamat Datang, Salman!”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s