Baik-baik Saja

Ini adalah cerita tentang diriku sendiri. Kalau kamu juga ikut merasakannya, mungkin karena kita hidup di dunia yang sama. Kalau ada kalimat-kalimat di dalam cerita ini yang terkesan menyindir, aku hanya sedang menyadarkan diriku sendiri. Jika ada kata-kata yang terasa seperti menggurui, aku sejatinya sedang mendidik diriku yang kurang ajar ini.

Aku sebut diriku kurang ajar karena aku sering tak tau diuntung.

Air liurku hampir selalu menetes setiap kali melihat peluncuran gadget-gadget terbaru, yang hadir dengan fitur-fitur yang juga baru. Fitur-fitur baru itu, sebagian aku mengerti sebagian lainnya tidak. Dan aku tak pernah benar-benar tau apakah aku benar-benar membutuhkan fitur-fitur itu atau tidak, yang jelas aku begitu menginginkannya. Keinginan itu, entah bagaimana caranya membuatku berharap dan kadang-kadang disertai rasa khawatir. Intinya, membuatku merasa kurang bahagia, padahal dengan gadget yang kumiliki hari ini hidupku berjalan baik-baik saja.

Pada beberapa kesempatan, aku juga sering mengutuk diriku yang sampai hari ini belum mampu membeli rumah sendiri. Sementara semakin hari rumah-rumah dibanderol dengan harga yang semakin tinggi, tentu saja disempurnakan dengan embel-embel ‘harga naik besok’ atau apapun itu yang membuatku merasa tak lagi punya waktu untuk menunda. Harga-harga rumah yang melambung tinggi dan belum juga berjodoh dengan tabunganku itu, membuatku merasa seperti orang paling miskin di dunia. Padahal di rumah kontrakan dua kamar yang selama ini kami tinggali, aku dan istriku hidup baik-baik saja.

Ketidaktaudiuntunganku tidak hanya sampai di sana. Aku juga kerap iri pada para selebriti atau teman-temanku sendiri yang bisa kapan saja bepergian ke mana saja mengunjungi tempat-tempat yang indah dan terkenal, mulai dari Bali sampai Pulau Nami, lalu berfoto di sana sambil tersenyum dengan senyum manusia paling bahagia di dunia. Lalu diam-diam aku kesal pada diriku sendiri dan mulai tak percaya diri, sebabnya itu tadi: aku merasa kurang gaul. Padahal dalam kekuranggaulan itu, setiap hari aku selalu punya alasan utuk tersenyum dengan senyum manusia paling bahagia di dunia—hidupku juga baik-baik saja.

Kebahagiaan, sepertinya memang bukan milik mereka yang tak tau diri.

Dan hidup manusia, barangkali akan selalu baik-baik saja selama dijalani dengan rasa syukur. Entahlah.

Depok, Oktober 2015

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

15 thoughts on “Baik-baik Saja”

  1. Setuju! Pasti, pasti ada banyak orang diluar sana yang mau bertukar nasib dengan kamu, dengan kita. Aku juga sering mengeluhkan banyak hal, sampai lupa dengan apa yang harus disyukuri. Dan akhir-akhir ini banyak bersinggungan dengan teman-teman tunanetra. Perjuangan mereka dalam menjalani hidup luar biasa, sampai bikin aku malu dengan diri sendiri.

    Semangat 🙂

  2. Reblogged this on Hidup Memang… and commented:
    “Dan hidup manusia, barangkali akan selalu baik-baik saja selama dijalani dengan rasa syukur. Entahlah.”

    Ah, dan satu quote yang dalem banget:
    “Comparison is the thief of joy” – Theodore Roosevelt

  3. iya ya… saya yg korban gadget blm bisa mengendalikan keinginan untuk slalu mengupgrade gadget terbaru… padahal dgn gadget yg lama saya baik2 saya… 😦

  4. Izin reblog kak biar manfaatnya meluas. Mungkin bukan untuk yang satu ini saja, bisa jadi pada beberapa. Terlalu menginspirasi, sayang tak dibagi. Kalau berkenan, mampir di blogku juga 🙂

  5. Semoga kita dijadikan pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga selalu mensyukuri setiap nikmat yang Allah hadiahkan untuk qta. Aamiin. Terimakasih untuk tulisan yang sudah mengingatkan saya untuk selalu bersyukur.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s