Segera di Agustus, Buku ke-4: Cinta adalah Perlawanan

Lho kok bukan ‘Konspirasi Semesta’?

Dear sahabat-sahabat pembaca yang budiman di manapun berada. Kali ini saya ingin curhat. Boleh, kan? Boleh lah ya. Udah boleh aja. Terima kasih, saya mulai.

Segera setelah saya merilis buku pertama yang merupakan antologi prosa berjudul Ja(t)uh di awal 2013, ada banyak pesan dari pembaca yang secara umum berbunyi: ‘ditunggu buku selanjutnya’. Saya senang bukan main sambutannya positif. Kurang lebih setahun kemudian, tepatnya Februari 2014 saya merilis Novel ‘Tuhan Maha Romantis’. Tak lama, pesan-pesan senada kembali ‘menghantui’ saya: ‘ditunggu buku selanjutnya’. Maka di Bulan September 2014 saya menjawab pesan-pesan itu dengan Novel ‘Seribu Wajah Ayah’.

Sampai dengan hari ini, setelah hampir satu tahun sejak lahirnya ‘Seribu Wajah Ayah’, pesan-pesan itu tak berhenti, bahkan semakin deras berdatangan. Bukan cuma lewat media sosial, melainkan juga di event-event bedah buku.

Baiklah, memang tidak ada yang salah dengan pesan itu. Saya pun mengamininya. Bahkan di cetakan terakhir Novel ‘Tuhan Maha Romantis’ sudah disertakan preview Buku ke-2 TMR yang berjudul ‘Konspirasi Semesta’. Tapi tahukah wahai sahabat-sahabat pembaca yang budiman? Sejujurnya ketika menyertakan preview itu Konspirasi Semesta masih berupa embrio. Pun sekarang. Rupanya tahun ini jadi tahun yang superpadat bagi saya sebab ada banyak hal yang harus dilakukan—yang tentu tidak bisa diceritakan semua di sini. Yang paling utama adalah merampungkan kuliah S1 saya yang telah tertunda hampir 2 tahun, sungguh prosesnya menyita banyak sekali waktu, keringat, dan air mata—oke ini berlebihan.

Maka saya mohon maaf harus mengumumkan bahwa Konspirasi Semesta, buku ke-2 Tuhan Maha Romantis harus ditunda dulu kelahirannya. Kalaupun bisa tahun ini, barangkali baru akan dirilis penghujung Bulan Desember. Tapi sementara anggap saja Konspirasi Semesta tidak jadi lahir tahun ini. Sebab ‘Expectation’ kata William Shakespears, ‘is the root of heartache.’

Di sisi lain, ada tumpukan tulisan di dalam dropbox saya yang meraung-raung minta dilahirkan. Materi buku yang sebenarnya direncanakan akan dirilis setelah Konspirasi Semesta. Kurang lebih sudah 50%. Bukan embrio lagi.

Kalau Konspirasi Semesta merupakan buku ke-2 TMR, buku yang sudah 50% ini merupakan kelanjutan dari Ja(t)uh, dengan konsep penulisan sedikit berbeda. Semacam memoar perjalanan cinta. Tiap potongan cerita perjalanannya akan diawali dengan prosa-prosa yang saya tulis setelah Ja(t)uh. Hmm, lengkapnya tunggu saja tanggal mainnya.

Buku ini insyaAllah akan diberi judul ‘Cinta adalah Perlawanan’. Mohon doanya. 🙂

Amour Vincit Omnia
Depok, 19 Juni 2015
Azhar Nurun Ala

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

6 thoughts on “Segera di Agustus, Buku ke-4: Cinta adalah Perlawanan”

  1. Semangat selalu kang, memang demikianlah hidup. Kalau segala sesuatu terjadi sesuai dengan rencana, seringkali kita tidak merasa bahwa kita adalah manusia. Nah, begitulah taqdir, yang harus terjadi pasti terjadi, beda dengan rencana, kejadiannya masih belum bisa dipastikan. Tapi tenang saja, doa kami selalu untuk kebaikan semuanya, teruntuk ‘Cinta adalah Perlawanan’ dan ‘Konspirasi semesta’ juga tentunya. Semangat, semoga selalu lancar jaya 🙂

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s