Perempuan Pendiam & Laki-laki yang Tak Peka

Perjumpaan perempuan pendiam dengan laki-laki yang tak peka adalah bencana. Adalah erupsi gunung berapi. Adalah banjir bandang. Adalah angin puting beliung. Adalah tsunami. Adalah aku dan kamu.

Aku yang tak berbakat menerjemahkan keterdiaman. Aku yang terlalu lugu—merasa bahwa semua baik-baik saja. Aku yang punya keterampilan kurang memadai dalam mengerti apa yang ada di dalam hati.

Dan kamu yang batu. Atau patung tanpa ekspresi. Tak bergerak, tak bersuara, bahkan untuk sekedar berucap ‘aduh’, atau ‘tidak’. Kamu yang diam-diam berairmata. Menangis dalam sunyi untuk menyembunyikan kesedihan. Menyimpannya sendiri di tempat-tempat yang tak mungkin kutemui.

Karena aku laki-laki yang tak peka.

Yang tertawa saat jiwamu merintih. Yang terus melangkah saat kau kelelahan dan tertinggal jauh di belakang.

Ah, laki-laki memang harus lebih merasa. Sebab perempuan tak bisa dipaksa bersuara.


15392868_919775601486782_564463176560828136_o-2

*tulisan telah dibukukan dalam Cinta Adalah Perlawanan. Klik gambar di atas untuk mengoleksi, atau klik tombol berikuten

SaveSave

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

63 thoughts on “Perempuan Pendiam & Laki-laki yang Tak Peka”

      1. selain dua hal di atas,,, memang wanita yang dikenal sebagai makhluk yang banyak berekting. wajar kalau kebohongan terbesar tercipta untuk wanita.

    1. mungkin bukan tidak memperkenankan, hanya saja terkadang wanita ingin lelakinya yang berinisiatif lebih dahulu..

    2. Pada intinya adalah harus ada komunikasi antara suami dan istri…. insyaalloh takkan add yang namanya bencana. Tsunami. Dll… heheh mohon koreksiannya yach kalau salah

  1. Terima kasih guru Suami muda 😉
    Seorang suami memang harus lebih peka, tapi sesungguhnya kebiasaan istri yang lebih sering suka memendam masalahnya sendiri bisa kita pudarkan. Insya’Allah para suami sudah mengerti menghadapi para istrinya 😉

  2. tunjukan/ tinggalkan lah paling tidak sdikt saja tanda kpada priamu, agar dia dapat mnerka dan mengira apa yang kamu ingini.
    jika hanya diam membisu sampai kapanpun pesanmu tak akan tersampaikan kepada priamu yg tidak terlalu peka.

  3. Ah.. membaca tulisan ini aku teringat kembali 2010. Seorang gadis mendiamkan aku sejak April itu dan hingga kini. Betapa jauh hatinya. Empat kali Natal, damainya tak juga kudapat. Diam mungkin bukan selalu cara yang baik untuk memberi isyarat.

    1. aisshh,,, wajar saja jika kau sndiri bersikap diam. * maaf yaa *anjing klo gk diganggu mana mau mengganggu juga* …
      kalo pda sama2 dia , mana bisa deket… lama2 malah gk merasa kalo sbnrnya ada apa2…

      #komendoang

    2. aisshh,,, wajar saja jika kau sndiri bersikap diam. * maaf yaa *anjing klo gk diganggu mana mau mengganggu juga* …
      kalo pda sama2 dia , mana bisa deket… lama2 malah gk merasa kalo sbnrnya ada apa2…

      #komendoang

  4. Karena lelaki pada dasarnya memang buruk dalam menerka apa yg sbnarnya perempuan inginkan. Tak jarang keinginan prempuan dalam diam slalu membuat lelaki frustasi. Prempuan slalu berharap lelaki bisa menebak apa yg prempuan inginkan pdhal seperti membaca huruf Braille bagi org yg tdk buta, lelaki jg ksulitan. Wanita yg ingin dimengerti (tp tak mngutarakan) ingin mngukur sjauh mana lelakinya paham. Wahai lelaki, diam adalah senjata andalan wanita. Yang bs membuat lelaki frustasi namun jg bisa berbalik menyerang prempuan sndiri krena keinginan yg tak akan pernah bs tertebak.

  5. Suatu masa, saya berkata “ibarat kata, diammu bagaikan mengunci rumah rapat-rapat. Rumah itu adalah hatimu. Lantas, bagaimana aku bisa masuk (mengerti) jika tak kau berikan satu buah kunci pun?”

    Gadis yang selalu bungkam itu menjawab, “kau bisa memasukinya lewat manapun yang engkau suka”

    Aku menjawab, “aku ingin masuk dengan indah dan damai di dalamnya. bukakan sedikit untukku. agar aku tahu warna sinarnya”

    …………………………………….
    Menjadi peka, memang tantangan lelaki. Namun peka membutuhkan “tenaga dan waktu yang lebih banyak”. Jika ia lelah, sanggupkah wanita pendiam itu memberi bahu?

  6. Diamnya wanita terkadang bukan hanya karena ingin dimengerti, namun kadang ia hanya tak ingin kegundahan dan kegelisahannya menjadi pemberat bagi lelaki. Ia hanya ingin tersenyum dan menjadi penyejuk walau kadang hatinya lelah dan terluka. :).

  7. Thats why…

    Aq sangat bersykur dengan laki2 yg ku punya skrg… krna dia adalah salah satu lelaki yg sangat peka dan pengertian untukku.. *lelaki yg sulit ditemukan…

    Sekalipun aku diam.. tp dia selalu tau dan mengerti .. meskipun kata tak terdengar lewat bibirku.. tp dia mengerti melalui hati*perasaannya…

  8. Batu tetaplah batu.
    Manusia punya akal dan diberi indera untuk digunakan, namun kadang ketika ditanya dan kencoba mencari solusi yang ada malah menyalahkan.
    Logika laki2 punya batasan , harus ada kejelasan dan clue buat menyelesaikan masalah.
    Ini yang kadang ga dipahami para wanita karena sudah terlalu terjerumus kedalam persaannya sendiri.

      1. kak boleh minta tips nulis yang bagus apa emang nulis itu bagian dari bakat ? aku udah beberapa kali nulis tapi kadang suka bingung mengawali dan mengakhiri 😀 trimakasih sebelumnya oya tulisannya boleh aku reblog kak ?

  9. Mungkin bukan tidak peka tapi memang perempuan lebih peka d bandingkan lelaki, klopun lelaki mau lebih berusha memahami dan menggunakan perasaannya, perempuan bisa melted karenanya.

  10. gahahhaha… itu termasuk saya.. perumpuan yg pendiam.. sebenarnya bukan pendiam.. hanya tidak bisa mengungkapkan perasaan lebih dahulu.. hanya bisa mencintai dalam diam.. kenpa saya memilih diam? banyak hal yg sulit dijelaskan gahashahh.. keren bangett.. izin share kak..

  11. Karena terkadang diamnya seorang wanita krn ada maksud tersendirinya..
    jadi seoarang lelaki memang harus sedikit lebih peka untuk wanitanya😊😊

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s