Menghijaukan Hati di Taman Gurame

Setiap week-end, khususnya hari Minggu, jika memang nggak ada agenda ke luar kota saya dan Rista biasanya jalan-jalan. Sekedar jogging/badminton-an di Car Free Day Depok (di Boulvard Grand Depok City) atau ke tempat yang agak jauh seperti Kebun Raya Bogor. Kadang-kadang ke Mall juga sih kalau lagi ada perlu, yang jelas kami senang jalan-jalan. Sementara Rista suka tempat yang ramai, saya justru lebih nyaman di tempat-tempat yang sejuk dan tenang—selama ada yang jual makanan tentu saja.

Kebetulan sekali beberapa hari yang lalu saya sempat diundang mengisi sebuah acara di daerah Pancoran Mas, Depok. Panitia yang menghubungi memberikan patokan tempat acara: ‘di belakang Taman Gurame’. Awalnya, saya kira Taman Gurame itu semacam rumah makan yang menyediakan aneka olahan gurame, dan ternyata saya salah besar. Ketika sampai di tempat acara, dari luar saya melihat Taman Gurame ini semacam Taman Suropati, di sana ada beberapa keluarga jalan-jalan, atau sekedar duduk menikmati alam yang asri. Pada waktu itu baru sempat melihat dari jauh, sehingga ketika ke rumah saya membawa pulang rasa penasaran.

Pagi ini, kebetulan saya nggak ada agenda ke luar kota sehingga bisa jalan-jalan. Awalnya mau CFD-an saja, sampai tiba-tiba saya teringat kembali sama si Taman Gurame. Setelah mendapat persetujuan dari nyonya, kami meluncur dengan motor. Tempatnya kira-kira 15-20 menit dari rumah, kalau nggak macet tentu saja.

1
Karena dekat dari rumah, kami nggak bawa banyak barang. Cuma dompet, HP, minum, bekal makanan, jas hujan dan Norwegian Wood-nya Murakami yang tinggal tersisa beberapa halaman. Saya kira asyik juga baca buku di taman.

Sesampainya di Taman Gurame, kami disambut pemandangan yang asri. Bagi yang selama ini mengira Depok hanya UI dan Margonda mungkin akan kaget juga ada tempat asri seperti itu di Depok, yang rupanya punya nama lengkap ‘Taman Lembah Gurame’. Saya dan Rista sampai sekitar jam setengah 10 pagi, masih cukup ramai pengunjungnya, ada taman melingkar juga yang sedang digunakan untuk sebuah acara komunitas. Selebihnya keluarga yang jalan-jalan, anak-anak main air, komunitas skateboard yang sedang latihan, dan beberapa orang yang bersantai sambil membaca buku. Meski ramai, ada beberapa spot yang menurut saya cukup tenang untuk relaksasi.

2
Spot yang kami pilih.

Setelah jalan-jalan mengeilingi Taman Lembah Gurame, kami memilih spot menghadap kolam, di sini tidak terlalu ramai. Cukup tenang untuk baca buku, ngobrol santai sambil makan cireng isi oncom yang dibeli di abang-abang di gerbang masuk taman. Di taman ini, ada tempat bermain anak-anak dengan fasilitas ayunan dan kawan-kawannya, kolam, kolam teratai, taman melingkar (ada semacam panggung dan tempat duduk yang mengelilinginya), pohon-pohon yang diberi label nama latin dan asal, saung, dan buku-buku gratis untuk dibaca. Terlihat banyak anak-anak yang berkumpul di sekitar tempat membaca, antusias membuka lembar demi lembar buku di tangan mereka.

3

456

Untuk sebuah taman kota, Taman Lembah Gurame ini tempat yang asyik untuk menghabiskan week-end dengan orang-orang tercinta—sendiri juga boleh lah. Di sini kita bisa jalan-jalan, kumpul komunitas, membaca buku, atau sekedar menghijaukan pikiran.

Sebelum jam 12.00, Norwegian Wood sudah rampung saya baca. Novel ini, meski banyak adegan vulgarnya (tidak disarankan bagi yang belum menikah), punya banyak hal yang bisa dijadikan renungan—kapan-kapan semoga sempat bahas novel ini. Rista yang bosenan udah ngajak pulang. Cirengpun sudah habis. Kami memutuskan untuk membeli es kelapa, lalu pulang.

7 8 9

Bagi yang mau main ke Taman Lembah Gurame, kalau bawa kendaraan pribadi: lewat Jalan Margonda ke arah ITC Depok, di lampu merah sebelum ITC belok kanan ke Flyover Arif Rahman Hakim, lurus sampai lampu merah, belok kiri beberapa meter kemudian (nggak jauh) belok kanan, ikutin aja jalan tamannya di sebelah kiri. Bagi yang mau naik angkutan umum tadi sepintas lihat angkot yang lewat angkot 01. Nggak tau deh naiknya dari mana. :p

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s