Subuh & Daun yang Basah

Pada suatu subuh saat daun masih basah, kuhirup udara di bawah remang lampu jalan. Itulah detik yang menenangkan: ketika aku melepas rindu yang kuikat semalaman bersama mata yang terpejam. Lalu hanyut aku dalam sujud-sujud kemenangan, bahwa berbagai rayuan telah mampu kukalahkan. Tanpa parang, tanpa pedang.

Belum habis subuh berjalan, senyummu terbit melangkahi matahari. Bibirmu mekar mendahului bunga-bunga di halaman rumah kita.

Hari masih gelap. Tapi mata kita menyala. Batin kita, diam-diam menerka: inikah yang disebut bahagia?

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s