Kepastian yang Menjemukan

Dulu kau selalu bilang, kau benci ketidakpastian. Kukira, manusia kebanyakan memang begitu, utamanya perempuan. Ketidakpastian itu mencemaskan, kadang melalaikan, kadang membuat kita terburu-buru. Ketidakpastian telah menjadi semacam kekhawatiran abadi yang membuat manusia begitu ketakutan, seolah tak punya tempat perlindungan.

Berjalan lurus ke depan dengan beberapa tanjakan ringan yang sudah kita hafal memang lebih menenangkan daripada menembus hutan, menyeberangi sungai, mendaki gunung, atau mengarungi apa saja yang menantang untuk diarungi sambil mengira-ngira apa yang akan terjadi. Meski sebenarnya kita tahu jalan yang biasa-biasa saja tak ‘kan pernah mengantar kita ke puncak gunung untuk bisa menatap awan sambil menunduk.

Kini kau di sini, hidup berdampingan dengan manusia yang penuh dengan ketidakpastian. Kupikir kau akan membenciku, tapi hangat dan tulusnya senyummu berkata lain. Ia mengungkap satu pemahaman baru yang lahir dari cinta dan pengalaman. Ia seperti bicara….

‘Ketidakpastian memang mencemaskan, tapi kepastian itu menjemukan.’

sdsds

SaveSave

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

8 thoughts on “Kepastian yang Menjemukan”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s