Menulis sebagai Cita-cita? (bagian 2)

Adalah seorang senior yang waktu itu dengan bijaknya berkata, ‘ada dua hal yang membedakan kita hari ini dengan kita bertahun-tahun mendatang: buku yang kita baca dan orang-orang yang kita temui’. Ketika mendengarnya, saya mencerna kalimat itu dengan hati-hati, lantas mengamati sekitar. Rupanya mahasiswa-mahasiswa senior yang ketika itu saya anggap keren, mereka punya dua kebiasaan itu: membaca buku dan bertemu dengan banyak orang.

Saya yang tidak ingin di situ-situ saja ketika itu bertekad untuk mengamalkan perkataan senior tersebut. Tapi rupanya bukan hal yang mudah. Untuk bertemu banyak orang, saya mengikuti organisasi yang ada di kampus, dan secara otomatis—mau tidak mau—saya bertemu dan berkenalan dengan banyak orang baru. Tapi untuk rutin membaca buku? Rupanya lain perkara. Terutama karena yang saya butuhkan waktu itu adalah motivasi internal yang tentu saja seringkali kalah oleh hal yang lebih asyik seperti menonton film atau tidur.

Saya pun bertanya pada seorang senior yang dinding kamarnya penuh dengan buku dan kelihatannya hampir semua sudah tuntas dibaca, tentang bagaimana membiasakan diri membaca buku. Apa nasihatnya? ‘Mulailah membaca hal-hal yang kita suka. Kalau kita sukanya komik, baca komik saja dulu, nanti baru mulai coba-coba buku lain.’ Saya mengangguk dalam hati.

Rupanya nasihat itu tidak serta merta membuat saya jadi seorang kutu buku. Justru di benak saya muncul pertanyaan lain: ‘memangnya apa yang saya suka?’. Sejak itu saya mulai menyadari akar persoalan saya, bahwa saya bahkan tidak tahu apa yang saya suka. Dan satu-satunya cara untuk mengetahui itu barangkali adalah dengan mencoba satu-satu.

Saya mulai dari buku-buku motivasi dan pengembangan diri, karena saya rasa itu yang bisa menunjang aktivitas saya di kampus terutama dalam berorganisasi. Saya membaca—meski tidak semua rampung—buku-buku tentang berpikir positif, public speaking, bagaimana mempengaruhi orang, dan sejenisnya. Berlanjut ke buku-buku islami, dan salah satu penulis yang berhasil memikat saya ketika itu adalah Anis Matta lewat buku ‘Dari Gerakan ke Negara’, yang kemudian mengantarkan saya untuk mencari dan membaca buku-bukunya yang lain: ‘Menikmati Demokrasi’, ‘Manusia Muslim Abad 21’, ‘Mencari Pahlawan Indonesia’, dan yang paling berkesan adalah ‘Serial Cinta’.

Buku ‘Serial Cinta’ inilah yang kemudian membuat saya mulai menyukai buku-buku sastra. Sejak itu saya mulai membaca karya-karya Dee, Salim A Fillah, Fahd Djibran, Emha Ainun Nadjib, puisi-puisi Sapardi, dan mencari puisi-puisi Muhammad Iqbal di internet. Saya ingat betul buku Dee yang pertama saya baca adalah Filosofi Kopi, yang kemudian mengubah mindset saya tentang buku fiksi.

Awalnya saya berpikir buku fiksi haruslah sebuah novel tebal dengan tokoh-tokoh yang karakternya kuat, punya alur yang mengejutkan, dan mesti dibaca bab demi bab untuk tahu isi cerita dan bagaimana ending-nya. Filosofi Kopi menghancurkan persepsi yang entah sudah berapa lama terbangun di kepala saya tentang buku fiksi. Ia terdiri dari cerita pendek, puisi, dan beberapa tulisan yang tidak terlalu panjang dan entah disebut apa, tapi memikat. Bukunya tidak terlalu tebal, hanya kira-kira 140 halaman, tapi tiap paragraf seperti punya daya pikatnya sendiri, dengan metafora-metafora khas Dee yang seringkali tak tertebak dan candu. Ketika itu saya berpikir, ‘oh ternyata ada ya buku seperti ini, sepertinya kalau begini saya juga bisa jadi penulis buku’.

…………

berlanjut ke Menulis sebagai Cita-cita? (bagian 3)

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

18 thoughts on “Menulis sebagai Cita-cita? (bagian 2)”

  1. Hhhmm… Skrg ini malah lagi jarang baca buku.. 😦
    Tapi memang bener bacaanku jaman dulu, beda dr yang skrg, masa udah tuir baca teenlit, walau gak masalah juga kalau baca teenlit.. Hehe

  2. assalamu’alaikum…
    mas…saya sering nulis…baik itu pengalaman pribadi ataupun hal-hal yang saya suka…tapi…terkadang saya banyak malesnya…
    ada keinginan dihati untuk menulis buku,,,walau hanya untuk diri sendiri…tapi belum mampu terwujud…
    bagaimana ya mas?? agar semuanya mudah..??

  3. Halo azhar.. siapakah senior senior itu? Hehe. Gue suka dengan keputusan lo untuk mencoba satu-satu ketika tidak tau apa yang lo suka 😀

  4. Inspiratif sekali mas tulisannya…
    Bikin saya semangat utk selalu menulis….
    makasih mas dan salam kenal dari banyumas, jawa tengah 🙂

  5. saya suka sekali membaca buku, tapi sering gak sempat karena aktivitas yang padat (praktikum, dll). Kak Azhar dulu ada waktu tertentu gak untuk baca buku? Ah, pingin banget jadi penulis juga, suka ada hikmah lewat mau ditulis tapi karena gak sempat ya lagi-lagi idenya cuma lewat trus akhirnya hilang, begiiitu seterusnya. Gimana ya kak biar langsung nulis tanpa menunda-nunda karena banyak excuse? Thank you!

  6. Assalamualaikum…
    Tulisannya bagus !! Karena keseringan baca pengalaman pribadi ttg menulis. Sy juga kepengen bisa nulis.
    Pengen juga pandai menguraikan dan menyusun kata menjadi kalimat yg enak dibaca.
    Tapi sepertinya sulit.
    Sekarang ini, bisa dibilang sy juga masih proses ^^.
    Mulai membaca dan menulis hal yang disuka dulu.
    Karena sy rasa sendiri manfaatnya.

    #semoga bisa jadi penulis juga. 🙂

  7. Assalamualaikum…
    Tulisannya bagus !! Karena keseringan baca pengalaman pribadi ttg menulis. Sy juga kepengen bisa nulis.
    Pengen juga pandai menguraikan dan menyusun kata menjadi kalimat yg enak dibaca.
    Tapi sepertinya sulit.
    Sekarang ini, bisa dibilang sy juga masih proses ^^.
    Mulai membaca dan menulis hal yang disuka dulu.
    Karena sy rasa sendiri manfaatnya.

    #semoga bisa jadi penulis juga.

  8. wah subhanallah, sepertinya seru ya untuk jadi penulis kak.
    Insyallah mau coba deh,semoga bisa memberi manfaat juga kaya kak Azhar. hhem semoga bisa istiqomah, hhehe
    aamiin

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s