Cinta adalah Perlawanan

Cinta adalah pertahanan kita. Yang utama, pertama, sekaligus yang terakhir. Ia menunggalkan yang jamak, mencipta harmoni dari warna yang tak cuma satu. Tanpanya, hanya ada aku, kamu, dia, dan dunia yang penuh luka. Tanpa cinta, neraka berujud sebelum dunia sirna.

Merayakan cinta bersamamu adalah mendaki bersama untuk kemudian mengibarkan sebuah bendera kemenangan di puncak. Barangkali kita akan meneteskan keringat yang tak sedikit, juga sesekali tak sengaja menginjak duri yang buat kita rasakan sakit. Tapi, tetap saja pendakian bersama lebih membanggakan daripada perjumpaan di puncak dengan bendera kemenangan masing-masing. Bahwa telah diajarkan oleh pengalaman, perih yang dilalui bersama dengan kesabaran adalah sumber kebahagiaan.

Cinta adalah perlawanan. Atas penindasan oleh rasa takut yang berlebihan. Atas kekhawatiran yang keterlaluan. Atas rindu yang tak boleh dibiarkan beku lama-lama.

Maka kemarilah, dekap aku dalam kehangatan. Biarkan kerinduan ini mencair dan mengalir sampai ke laut. Kita akan abadi, sebagai awan, hujan, atau samudera. Tinggal kau mau pilih yang mana–aku ikut saja.

telah-dibukukan

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s