Biarkan Waktu Kesepian

Tentang waktu; kadang kita terlalu rendah hati untuk bernegosiasi dengannya. Kita pasrahkan semua padanya, seolah kita tak bisa apa-apa. Lantas dengan nada sok bijak kita berkata: ‘biar waktu yang menjawab.’

Padahal waktu bisu, tak bisa berucap apa-apa, apalagi mendekatkan dua manusia.

Menjadikan waktu sebagai tuan adalah menyerahkan diri untuk habis dicincang. Sebab waktu adalah pedang yang tajam. Seribu tahun bertapa, seratus jin kita pelihara, tak kan kebal diri kita darinya. Maka patahkan ia sebelum ia menyentuhmu.

Tentang waktu; apakah kita setakberdaya itu di hadapannya? Apakah kita hanya akan termangu melihatnya berlalu, sambil menanti dan bertanya-tanya apa yang ‘akan terjadi selanjutnya’? Sebegitu lemahkah kita?

Kita lebih nyata dari waktu.

Rasanya, tiada lagi yang perlu kita tunggu.

Bahwa samudera adalah luas, tak ada yang menolak. Bahwa langit adalah tinggi, semua sudah sadari. Bahwa aku mencintaimu, perlukah kau tanyakan lagi?

~
Suara hatiku, berbulan-bulan yang lalu.
Azhar Nurun Ala
.
lengkapi-koleksimu
klik gambar di atas untuk mengoleksi
 
 

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

3 thoughts on “Biarkan Waktu Kesepian”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s