Setelah Menikah

Setelah menikah, saya kira hidup saya berubah. Ternyata tidak, saya tetap saja seorang Azhar Nurun Ala, anak muda yang suka ‘menyelam’. Bagi saya, samudera kehidupan terlalu luas dan dalam untuk sekadar kita sentuh tepinya, apalagi hanya ditatap dari kejauhan.

Apabila sebelumnya, bangun tidur saya melihat kanan-kiri kemudian mendapati wajah sahabat-sahabat saya pengurus Indonesia Quran Foundation, kini saya melihat wajah lain. Apabila sebelumnya, setiap pagi saya harus ‘hompimpah’ dengan sahabat-sahabat saya tentang siapa yang beli sarapan, kini sarapan saya sudah ada yang siapkan. Itu sebagian kecil yang terasa dan tampak di permukaan lahir, yang lebih besar dan signifikan dari itu, barangkali hanya bisa saya rasakan: langkah yang makin mantap, mata yang menyala, dan ketentraman yang tak terjelaskan.

Jadi, setelah menikah, hidup saya memang tidak berubah, melainkan sangat berubah.

Saya jadi percaya apa yang dikatakan mentor saya beberapa tahun lalu, bahwa menikah itu enaknya cuma 1%. Iya, betul, hanya 1%. 99%-nya enak banget. :p

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

8 thoughts on “Setelah Menikah”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s