Cinta itu Anomali

Orang bilang aku pujangga
Tapi kau tak pernah terkesan dengan puisi-puisiku
Di muka bumi ini, ada orang-orang yang mencari bukuku ke berbagai toko buku atau ke mana saja tapi tak juga jumpa
Sementara kau, yang kuhadiahi lebih dulu kini lupa menaruhnya di mana

Aku tak mengerti.

Barangkali begitulah cinta. Ia terbang jauh melintasi batas kekaguman, terbenam dalam melampaui dasar samudera ketertarikan, dan kadang, membeku sekaligus bisu melebihi tenangnya batu kebanggaan.

Ia, seperti seringkali kubilang, lebih mirip darah: tak kita minta, tak kita rasa, tapi diam-diam menghidupi.

Itu sebabnya sesekali kita perlu terluka. Itu sebabnya sesekali kita perlu kehilangan.

Semakin dalam kau masuk ke dalam pusaran cinta yang hakiki, semakin kau tak mengerti bagaimana caranya bekerja.
Cinta, semakin sulit kau artikan. Semakin kabur definisinya.
Seketika semua definisi cinta yang kau ramu dari berbagai teori dan pahit manis hidup tak lagi relevan, sebab cinta yang hakiki melewati semua batas keindahan yang mampu dan pernah digambarkan oleh para seniman, ahli psikologi, pujangga, atau siapa saja yang mengaku dan diklaim tahu banyak tentang cinta. 

~

Gresik, 11 Maret 2014

Suaminya Vidia Nuarista Annisa Larasaty

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

7 thoughts on “Cinta itu Anomali”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s