Tuhan Selalu Romantis!

Tuhan lah yang Maha Romantis
Tuliskan kisah fantastis
Menyatukan gambar kita
Dalam bingkai yang apa adanya

Empat bait di atas merupakan potongan lirik dari lagu ‘Tuhan Maha Romantis’ yang merupakan Original Soundtrack (ost) dari Novel Tuhan Maha Romantis, buku ke-2 saya yang insyaallah akan mulai Pre-Order di Januari 2014 ini. Kebetulan ini potongan lirik favorit saya.

Selamat tahun baru 2014!

Terlepas dari berbagai pendapat tentang perayaan tahun baru, semoga momentum hadirnya 2014 ini bisa jadi satu pelecut bagi kita untuk terus mendekat pada kebaikan. Saya secara pribadi bersyukur tahun 2014 ini diawali dengan hujan dan mendung menggantung, ini membuat saya betah duduk dan akhirnya bisa membuat tulisan ini.

Saya membuat tulisan ini dengan perasaan haru bahagia, pertama karena pada akhirnya—meski belum secara resmi—saya dan teman-teman BEM UI 2013 telah menuntaskan masa bakti kami selama kurang lebih satu tahun, dalam kondisi yang insyaallah—meski masih begitu banyak kekurangan—happy ending. Epilog malam (27/12/13) menjadi penutup cerita yang manis bagi saya pribadi, semoga begitu juga bagi yang lain.

Kedua, karena di malam pergantian tahun 2013 ke 2014 ini, saya baru saja secara resmi mengumumkan buku ke-2 saya berjudul ‘Tuhan Maha Romantis’ yang merupakan sebuah novel. Secara jujur harus diakui bahwa judul ini merupakan ekspresi kekaguman saya atas betapa banyak hal indah yang terjadi di tahun 2013—berbagai rangkaian peristiwa yang membuat saya merasa begitu dimanja takdir. Adakah yang lebih pantas kita kagumi melebihi kekaguman kita pada Yang Maha Mengagumkan? Saya kira tidak. IA-lah yang Maha Segala.

Tentang 2013

Apa yang spesial dari tahun 2013? Tidak ada. Ia punya jumlah hari yang tidak jauh beda dengan tahun-tahun lain. Jumlah hari raya sama, deretan tanggal merahnya pun tidak punya perbedaan yang signifikan dengan tahun-tahun sebelumnya. Memang tidak ada yang spesial dari tahun 2013. Bagi saya, yang spesial adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di tahun ini, baik yang berada di bawah kendali maupun di luar. Semua hal itu—seperti saya tulis dalam serial Finding Ourselves—membawa saya pada satu proses penemuan diri. Ketertekanan, perjumpaan dengan banyak orang, serta buku-buku, juga sukses menjadi pemicu untuk memaksa potensi-potensi terbaik untuk keluar dan berkata lantang pada dunia: AKU ADA.

Proses ‘penemuan diri’, ini menjadi salah satu momentum yang amat spesial, terlebih karena ia tidak mungkin terjadi begitu saja. Ia adalah buah dari keputusan-keputusan besar. Ia tak akan pernah lahir dari hidup yang dibiarkan mengalir. Mereka yang tidak pernah berani mengambil keputusan, adalah mereka yang akan ‘di situ-situ’ saja, atau terseret ke mana-mana. Menyedihkan.

Tentang 2014

Apa yang spesial dari tahun 2014? Juga tidak ada. Hanya saja, ada beberapa nilai yang—seperti saya sampaikan lewat azharnurunala.tumbr.com—ingin saya pegang erat-erat.

1. Memperkuat sebab-sebab kesuksesan, sambil terus mendekatkan diri ke Yang Maha Menyukseskan

Saya kira hal ini penting untuk terus saya junjung, sebab saya selalu percaya formula si Dua-Satu: Ikhtiar dan Doa. Meski keduanya, bagi saya sebenarnya adalah hal yang sama—ikhtiar adalah bentuk doa dengan cara yang lain, dan doa adalah bentuk ikhtiar dengan cara yang lain.  Jadi di 2014, saya ingin memperkuat sebab-sebab kesuksesan dan terus mendekat pada Yang Maha Menyukseskan.

2. ‘Setiap Orang Berarti. Setiap Orang Punya Jalan.’

Ya, setiap orang diciptakan untuk melakukan sesuatu, bukan semuanya. Setiap orang diciptakan unik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya saja kamu yang sedang membaca tulisan ini, coba tersenyum di depan cermin. Lihatlah, senyum indah macam punya kamu itu hanya kamu yang punya. Jadi tugas kita adalah mengolah dan melejitkan berbagai potensi dan kesempatan yang Allah berikan untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Burung dilahirkan untuk terbang, bukan berenang. Jangan pernah berusaha menjadi orang lain. Di 2014, saya ingin mengoptimalkan potensi saya untuk menjadi versi terbaik diri saya. We have to be the best version of us.

3. Menjadi biasa itu bukan pilihan, itu kutukan!

Kalimat itu saya dapat dari Rene Sudarhono (@ReneCC) dalam bukunya UltimateU2. Powerful sekali, dan sukses menampar saya berkali-kali. Mereka yang memilih menjadi biasa, adalah mereka yang mengingkari anugerah Allah dan mengutuk dirinya. Maka di 2014 saya tidak ingin menjadi biasa.

4. Harapan ada dan masa depan terang benderang selama pikiran terbuka dan mata menyala.

Pikiran yang terbuka memungkinkan kita menyerap dan memikirkan banyak ide. Sementara mata yang menyala, adalah simbol dari hidup yang penuh gairah dan visi yang kuat. Di 2014, saya yakin betul kita tidak hanya butuh motivasi. Lebih dari itu, kita perlu memiliki sebuah ambisi—satu keinginan kuat yang menggebu dan tak pernah lepas dari pikiran kita siang maupun malam, dalam keadaan terjaga bahkan dalam mimpi sekalipun.

5. Membangun rumah tangga adalah membangun bangsa.

Saya kira saya belum pantas bicara banyak soal ini. Kapan-kapan yah.

Lima hal itu, yang akan benar-benar saya pegang di tahun 2014. Saya mohon doa dan diingatkan kalau-kalau lalai. Yang pasti, saya selalu yakin seyakin-yakinnya, baik di tahun 2013, maupun di 2014, Allah selalu romantis dan akan selalu romantis. Ia selalu menyiapkan jalan terindah bagi hamba-Nya, sayang, tidak semua mau memilih jalan indah tersebut karena kesenangan yang sementara.

Setidaknya tujuh belas kali dalam sehari kita selalu memohon pada Allah untuk ditunjukkan jalan yang lurus, jalan orang-orang yang baik dan bukan jalan orang-orang yang Allah murkai, tapi seringkali kita terlalu pengecut untuk menapaki jalan itu. Semoga keberanian hadir dan terus ada dalam diri kita membersamai hadirnya 2014. Aamiin.

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

8 thoughts on “Tuhan Selalu Romantis!”

  1. jadi penasaran 🙂 saya fikir juga begitu Allah punya banyak keromantisan yang kita tak sadari sebagai hambaNya zhar, semakin dekat dengan Allah maka semakin kita tau betapa romantisnya Allah itu , semoga istiqomah dalam menulisnya ya supaya bisa menginspirasi orang untuk lebih dekat dengan sang pencipta Allah SWT Amiin 😀

  2. Mas Azhar juga romantis. Suka bagian ” 5. Membangun rumah tangga adalah membangun bangsa.
    Saya kira saya belum pantas bicara banyak soal ini. Kapan-kapan yah. ” jadi inget mensyen nya mas ali. Sukses (lancar barokah) buat generasi hebat Indonesia.

  3. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    subhanallah… sungguh mengesankan kak Azhar
    kata-kata yg bijak dan mengispirasi saya dlm menjalani kehidupan ini, smoga bisa bermanfaat dan saling mengingatkan utk selalu berbuat kebaikan.. menjadi hamba” Allah yg tetap berpegang teguh d jln-NYA
    karena itu, kita harus lebih banyak mendekatkan diri pada Allah SWT
    semakin dekat pda ALLAH tuhan maha kuasa atas segala sesuatu maka kita pun akan merasakan betapa romantis & sungguh indah karunia yg telah diberikannya..
    tetaplah bersyukur, ikhtiar & berdoa..karna dibalik sgla sesuatu yg terjdi ada hikmah yg tersimpan dan jdikan sbgai pelajaran hidup utk menjdi pribadi yg lebih baik.

    tetap istiqomah ya kak,.smoga sukses, lancar dlm menciptakan karya-karya yg baik, & bermanfaat utk semuanya.. amin ya robbal alamin
    barakallah 🙂

  4. Dari Abu Yahya Shuhaib bin sinan ra,ia berkata,
    ” Rasulullah saw bersabda, sungguh mengagumkan urusan orang mukmin.Seluruh urusan atau keadaan mereka senantiasa mengandung kebaikan. yang demikian ini tidak terjadi,kecuali hanya pada orang mukmin.jika ia mendapatkan kesenangan ia bersyukur hal itu merupakan suatu kebaikan.jika ia tertimpa kesusahan ia bersabar itu juga merupakan kebaikan.”
    (HR Muslim).
    semoga kita selalu dlm golongan hamba2 Allah Swt. Amin ya robbal alamin

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s