Kepada Malaikat Bensin

Semoga bingung dengan judulnya, karena saya memang sengaja memilih judul yang aneh—supaya apa yang saya tulis ini berkesan dan bisa terus diingat terutama oleh saya pribadi. Ini bukan cerita mistis semacam ‘Bikun Hantu’ (cerita tentang Bis Kuning UI yang beroperasi tanpa supir) atau sejenisnya, cuma pengalaman penting yang membuat saya semakin yakin bahwa pertolongan Allah itu dekat.

Selasa (3/12/2013) malam, sekitar pukul 21.30 saya dan teman-teman pengurus inti BEM UI baru saja selesai rapat mingguan di Pusgiwa (Pusat Kegiatan Mahasiswa). Setelah itu, saya memutuskan untuk segera pulang karena ada beberapa hal yang mesti dikerjakan segera dan kebetulan membutuhkan akses internet (saya terbiasa internetan pakai modem di Kantor IQF). Ketika mengeluarkan motor dari parkiran, saya agak was-was karena jarum indikator bahan bakar sudah di bawah garis merah. Bermodalkan ‘bismillah’ dan keyakinan akan pertolongan Allah, saya tetap menggas motor menuju Kantor IQF di Gang Kapuk (seberang Gunadarma).

Rasa was-was makin parah ketika sepertiga perjalanan mesin motor mati (mana pom bensin jauh & penjual bensin eceran kalau jam segitu rata-rata sudah pada tutup). Setelah itu saya langsung menelepon seorang teman yang sekiranya bisa membantu membelikan bensin, sayangnya nomornya sedang tidak aktif. Saya mendorong motor ke pinggir jalan, menarik nafas dalam-dalam sambil membatin ‘masa sih Allah biarin saya ngedorong motor sejauh ini’.

Tak lama kemudian, dua orang yang berboncengan di motor (nampaknya suami-istri) berhenti di samping kanan saya. Kami kemudian bercakap-cakap, kira-kira seperti ini:

“Kenapa Mas?”

“Abis bensin, Mas.”

“Oooh.. Ini.”

Sambil memberikan botol beling kecil merk lipovit*n (salah satu merk minuman penambah energi).

“Apaan ini, Mas?”

Dengan bingung saya menerima botol itu. Tanpa menjawab pertanyaan saya lebih dulu, si Mas tersebut kemudian melaju lagi dengan motornya.

“Makasih Mas…”

Saya positif thinking saja, mungkin Mas ini ngasih minuman supaya saya punya energi lebih buat dorong motor. Waktu saya goyang-goyang botolnya, ternyata isinya tinggal separuh. Saya mikir ‘Duh, masa dikasih minuman sisaan sih. Gak mungkin ah.’ Penasaran, saya buka saja tutupnya dan terciumlah wangi surga—bau bensin maksudnya. Setelah benar-benar yakin itu bensin, langsung saja saya isikan saja ke tengki. Dan ‘breeemmmm’, mesin motor saya kembali hidup. Alhamdulillah, saya tidak perlu mendorong motor sehingga bisa menghemat waktu dan energi untuk melakukan hal-hal positif lain.

Penampakan Botol
Penampakan Botol

Apa yang ingin saya sampaikan? THINK POSITIVE.

Saya sangat percaya Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik), bahwa ketika kita berpikir positif, melakukan berbagai hal yang positif, maka hal-hal positif itu akan berbalik menghampiri kita, entah bagaimana caranya—Allah maha berkehendak, kan? Saya bahkan sempat berpikir bahwa Mas-mas yang memberi saya sebotol—setengah botol lebih tepatnya—bensin itu adalah jelmaan malaikat. Hehe..

Sebelumnya saya pernah mengalami hal serupa, waktu itu saya dalam perjalanan menuju Stasiun Kranji untuk mendampingi pedagang yang akan digusur oleh PT KAI, dan cerobohnya saya kehabisan uang. Dari hasil hitung-hitungan, uang saya hanya cukup untuk berangkat dan tidak untuk pulang lagi. Saya berpikir positif, saya yakin Allah dekat dan akan menolong saya. Alhamdulillah, tak disangka di kereta saya bertemu seorang teman (dulu sempat satu Asrama di Rumah Quran) yang mau pulang ke Bekasi dan saya dipinjamkan uang oleh beliau.

Sebenarnya masih banyak pengalaman-pengalaman tentang berpikir positif, saya yakin tiap kita pernah merasakan juga apa yang biasa disebut ‘kebetulan’.  Suatu hari bapak saya dalam ceramahnya pernah berkata, ‘Tidak ada itu yang namanya kebetulan!’. Dan kebetulan memang tidak pernah ada. Saya yakin dan percaya: bumi yang berputar, siang dan malam yang hadir silih berganti, bunga yang mekar, bahkan hingga daun yang menguning dan jatuh pun semua atas izin Allah. Setiap hal yang terjadi tak pernah terlepas dari rancangan dan kepastian Allah. Allah merancang, memberikan pilihan-pilihan, kita mengambil pilihan, kemudian Allah memberikan kepastian atas pilihan-pilihan kita. Saya kira begitu takdir bekerja.

Lakukanlah hal yang positif. Bicaralah hal-hal yang positif. Bertindaklah positif. Twit-lah kalimat-kalimat yang positif. Dan lebih dalam dari itu, berpikirlah positif.

Terakhir, saya ingin mengucapkan sedalam-dalamnya kepada Mas-mas yang telah menolong saya. Terimakasih wahai ‘Malaikat Bensin’—malaikat memang tak selamanya bersayap dan rupawan ya.  (:

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

15 thoughts on “Kepada Malaikat Bensin”

  1. Kereen kak.. sungguh bermanfaat. Saya juga pernah mngalami hal serupa.. Intinya, Allah sllu memberikan yg terbaik untuk hambanya. Lanjutkan menulis 🙂

  2. seperti yang saya bilang saya akan jadi pembaca setia tulisan azhar 🙂 yang ini berbeda .. saya jadi ingat oleh profesor yang memberi matakuliah tentang supervisi pendidikan, cerita dikit boleh ya hm dia selalu bilang Allah itu sangat senang pada hamba yang terus meminta (berdoa) pada-Nya dia bilang ketika manusia tiada daya hanya bisa berupaya(usaha) maka tangan Allah yang akan bermain didalmnya. sama halnya seperti waktu pingsan di busway waktu itu ada seorang ibu tua yang melindungi saya 🙂 Subhanallah dalam fikiran saya waktu itu hanya meminta Ya Allah lindungi saya izinkan saya untuk sampai rumah dengan selamat bahkan dalam pingsan saya hanya bisa menyebut nama Allah berulang- ulang dan wal hasil ada ibu tua yang baik banget memberi saya duduk, memberi saya minum, mengipasi saya bahkan akhirnya ia terpaksa turun menemani saya di shalter bus way 🙂 begitulah Allah memainkan perannya ketika kita selalu mendekat denganNya 🙂 maaf jadi keliatan curhat hhe tapi tulisan ini cukup mengingatkan kita jika pertolongan Allah itu pasti ada jika kita mau mendekat padaNya

  3. Jadi inget kata-kata yang di Rectoverso, bagian hanya isyarat

    Alam semesta itu semuanya terkait, seperti satu lingkaran yang tidak ada putusnya, Semua yang di dalamnya itu berhubungan, jadi non-sense kalau ada yang dibilang “ini kebetulan”. itu yang namanya sinkronisaitas

    Bagus kak 🙂 makasih selalu berbagi

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s