Berlabuh Sejenak

Ada yang lebih hangat dari bara sisa api unggun malam tadi: senyum selamat pagi yang kita tukar tanpa pretensi. Senyum, karena ingin senyum.

Ada yang lebih dingin dari rintik embun yang bersarang di rerumputan pagi ini: perasaan kita, jauh di kedalaman hati. Di sana, ada beku yang lugu.

Ada yang lebih merdu dari saling sahut kicau burung di balik hutan yang tak terjangkau jarak pandang kita: hati yang berdendang soal rindu.

Ada yang lebih misterius dari kedalaman yang dirahasiakan danau dengan tenang wajahnya: udang perasaan di balik batu tatapan teduhmu.

Aku, manusia biasa yang mudah bahagia
dengan hal-hal sederhana.

-Ranca Upas, 30 juni 2013

…..

Bagaimana bibir ini bergerak untuk mengucapkannya, sementara semua memori tentang kita terlanjur membuatku terperangkap dalam mantra ‘hentikan-waktu-oh-hentikan-waktu’. Padahal kita sama sadar bahwa kapal waktu tak pernah punya jangkar untuk kita tancapkan di dasar laut kehidupan sehingga bisa kita hentikan kapan saja tiap kita berjumpa gambar sekitar yang indah.

Bagaimana jari-jari ini kuasa untuk menuliskannya, sementara bayangan tentang senyum kita yang masih saja hangat di tengah hawa dingin—yang tak pernah rela berhenti membuat kita menggigil—terus menari-nari dalam kepala. Memanipulasi setiap perintah otak untuk hanya melakukan satu hal: mengenangnya. Atau barang kali dua hal: mengenangnya dan tersenyum berkali-kali.

#BEMUICamp, kata Nahkoda @aliabdillah91, adalah sebuah momentum untuk kita berlabuh sejenak di sebuah pulau kecil di tengah laut. Pulau itu tak perlu indah, kebersamaan kita lah yang membuatnya indah—kebetulan saja #BEMUICamp ini diadakan di tempat yang indah. Di pulau tersebut semua awak kapal berkumpul: Nahkoda, chief mate, Markonis, Kepala Kamar Mesin, Juru Listrik, Juru Minyak, dan semua orang yang bertanggung jawab atas sampainya kapal di tempat tujuan—sebuah pulau cita bernama BEM UI yang Inovatif dalam berdedikasi untuk UI dan Indonesia.

Sekitar empat bulan lalu, kita berkumpul: berkenalan, menyatukan mimpi, dan merumuskan banyak hal untuk sebuah kata ‘dedikasi’. Kemudian kita berlayar. Kini, empat bulan sudah kapal ini kita bawa berlayar, boleh jadi masing-masing bagian terlalu sibuk mengurusi bagiannya masing-masing. Ya, boleh jadi tiap-tiap bagian awak kapal terlalu sibuk sendiri-sendiri hingga kita lupa ke mana sebenarnya kita sedang menuju.

“Momen ini,” kata Sang Nahkoda, “adalah sebuah ruang dan waktu bagi kita, untuk meluruskan kembali niat-niat kita, untuk menyadarkan lagi kita bahwa kita tidak bekerja sendiri, dan tentu saja untuk kembali mengingat ke pulau cita mana sesungguhnya kita sedang menuju.” Ya, #BEMUICamp adalah sebuah momen untuk konsolidasi (kembali).

Dan ternyata kita memang tidak sendiri: ada dia, mereka, yang juga sedang bekerja sambil menikmati pelayaran ini. Mereka yang kadang lupa kita sapa atau bahkan sekadar kita ingat namanya.

Dan ternyata memang ada niat-niat kita yang perlu kita luruskan: mengingat kembali waktu pertama kali mengambil sebuah keputusan besar untuk ikut membawa kapal ini berlayar ke sebuah pulau cita.

Dan ternyata kita hanya perlu bertukar senyum hangat. Sebab dari sana, kita bisa melihat jauh di kedalaman hati. Bahwa ternyata pulau cita itu nyata, ada, dan kebersamaan kita akan membawa kapal ini ke sana—dengan bahan bakar bernama cinta.

Terima kasih, wahai orang-orang hebat yang kini membuat kapal BEM UI terus berlayar. Setelah pulau kecil indah ini, bukankah kita telah sama-sama berjanji dalam hati bahwa kita akan berlayar lebih cepat? 🙂

~

 Perjalanan menuju BandungsunriseTenda -tendaPak Bikun Sarapanfoto bareng penduduksenam pagiperjalanan

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

One thought on “Berlabuh Sejenak”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s