Lupa

Pada tiap-tiap jumpa yang tak kekal, diam-diam aku menerka: mencari tahu apa itu yang tersembunyi di balik mata puitismu.

Lalu waktu membawa kita kembali ke hulu, tempat kita tak saling mengenal. Lalu waktu membawa kita ke hilir, menuju akhir yang getir.

Lalu kita terpejam: tak ada lagi bayang wajahku di bola matamu. Lalu kita saling melupa.

Ya.. Kita saling melupa untuk kemudian lupa bahwa kita sedang saling melupa.

telah-dibukukan

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

One thought on “Lupa”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s