Kopi, Malam & Bola Mata

Kopi, malam, bola mata puitismu.

Entah mengapa aku selalu suka hitam. Meski katanya hitam bukan bagian dari warna, siapa peduli. Buat apa banyak warna bila dengan hitam saja kita sudah bahagia?

Kopi, malam, bola mata puitismu.

Entah mengapa aku selalu suka teduh. Bukan hujan apalagi terik. Aku suka keterjagaan yang—meski kadang hampa, tapi selalu—menentramkan.  Seperti saat minum kopi. Seperti saat insomnia di malam hari.

Atau, seperti saat menatap bola matamu.

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

4 thoughts on “Kopi, Malam & Bola Mata”

  1. kakak, saya reni zahra dri kesmas unsoed. mau tanya dong, buku kakak yg uda launching apa aja slain jatuh??

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s