Perempuan

“Maaf.”

“Untuk apa?”

“Aku t’lah ingkar janji.”

“Aku tak mengerti.”

“Apa?”

“Mengapa di dunia yang indah ini diciptakan janji? Bukankah ia hanya akan mencipta sakithati–sakithati?”

“Mengapa Tuhan menciptakan iblis?”

Kamu lalu terdiam. Aku tahu kamu selalu benci bila aku menjawab pertanyaanmu dengan pertanyaan lain. Dan wajah semi kesal yang kau sajikan, semakin mengukuhkan karakter pribadimu sebagai perempuan pemikir sederhana yang tak pernah suka dengan jawaban sederhana.

“Kau tahu, apa yang paling khas dari perempuan?”

Sebongkah batu pertanyaan kamu lempar lagi. Terlalu terlambat bagiku untuk menghindar. Kuputuskan untuk menjawabnya—sekenanya.

“Mereka begitu perasa.”

“Entah berapa banyak laki-laki perasa yang kutemui.”

“Maksudmu?”

“Bukan. Bukan itu.”

“Mereka bisa memikirkan dan melakukan banyak hal dalam satu waktu.”

“Itu cuma sanjungan  palsu, apresiasi gombal para lelaki buat orang-orang yang selalu dengan senang hati mengerjakan hal-hal sederhana yang malas mereka—para laki-laki—kerjakan.”

“Lalu?”

“Apa yang paling khas dari perempuan?”

Batu pertanyaan yang sama kembali mendarat di keningku.

…….

Aku terdiam. Keningku berkerut. Bibirku beku.

Kamu mulai bicara lagi.

“Kepastian. Mereka membutuhkan kepastian lebih dari apapun.”

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

7 thoughts on “Perempuan”

  1. Ada benarnya, terkadang jawaban yang terlalu singkat itu menimbulkan asumsi ganda, aku tak suka. Sebab itu pula mengambil waktu yang tepat untuk saling bersuara tak ada salahnya. Lebih pasti. Pasti ada jawaban yang kepastiannya jauh lebih bisa dipertanggung jawabkan.

  2. Ya, sudah baca tulisan-tulisan dalam buku Ja(t)uh karya Azhar Nurun Ala. Cuma bisa senyum-senyum sambil mengangguk-angguk ketika membaca tiap lembarnya. Bener-bener ngalir, memberikan banyak pemahaman baru soal cinta tanpa kesan menggurui.

    Ditunggu buku keduanya! 🙂

  3. begitu membaca tulisan-tulisan di atas, aku merasa memang begitulah seorang perempuan..
    kak azhar begitu bisa menggambarkannya dengan baik sekali, apakah itu sebuah pengalaman pribadi?hehe bercanda..
    keren kakak 🙂

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s