Masa Lalu

Tentang masa lalu. Adakah kau pernah merasakannya: rasa bersalah yang menyejarah, yang membuatmu terlalu rapuh untuk tegak berdiri, dan malu menatap dunia?

Suatu waktu kita berjalan, dan tanpa sadar terlibat dalam percakapan hebat. Sebuah percakapan yang membuatku harus bercerita tentang bagaimana masa lalu telah membuatku begitu merasa bersalah.

“Tapi, dulu aku….” aku membuka cerita, memutar ulang semua memori masa lalu yang terekam di kepala.

Teduh, kau menatapku. Membuatku berhenti bicara sebelum selesai bercerita.

“Setiap orang punya masa lalu,” katamu lembut.

Kamu tersenyum. Aku tersenyum. Kita kembali berjalan.

Sesekali kita menengok ke belakang: melihat betapa jauh dan terjal jalan yang telah kita tempuh. Sesekali kita menengok kebelakang, untuk sekadar memicu syukur: betapa beruntungnya kini kita di sini, dalam perjalanan ini, dengan destinasi seindah ini.

And there will come a time,
you’ll see, with no more tears.
And love will not break your heart,
but dismiss your fears.
Get over your hill and see
what you find there,
With grace in your heart
and flowers in your hair.

(Mumford & Sons – After the Storm)

Terkadang rasa bersalah itu kembali datang, lalu kemudian hilang seraya mengingat sebuah kalimat: setiap orang punya masa lalu.

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s