Melangkah

Jejak terlanjur terpacak.

Kamu mesti kubur kamu punya luka. Nanti jadi duka, jadi murka. Malammu jadi persinggahan terakhir bagi semua kawanan rindu yang telah lelah menggapai-gapai apa yang tak tergapai. Diammu tidak akan menginfeksi udara. Jadi malam ini, jangan kamu bersuara. Malam ini saja. Agar tiada tambah akut kamu punya luka.

Berjalan. Berhenti. Berjalan lagi. Hidup adalah tentang keseimbangan. Tidakkah apa-apa yang tersembunyi di depan membuatmu penasaran?

Jejak terlanjur terpacak.

Terlalu lama menengok ke belakang membuat lehermu pegal. Nafasmu tersengal. Kamu jadi mudah lelah, jadi mudah gundah. Kamu perlu angkat kamu punya dagu. Tertunduk layu itu tanda takut atau ragu. Dan aku tahu betul itu bukan sifatmu.

Jangan juga sungkan untuk sesekali duduk. Selonjor atau bersila, pilih saja yang kamu lebih suka. Asal jangan kamu jadi lupa.

Kecewa takkan membuat esok pagimu jadi tak bernyawa. Coba, coba, dan coba. Keseimbangan adalah tentang mencoba: menakar dan menerka. Tidak apa. Sesekali kamu memang mesti menangis. Karena tidak semua gerimis berujung pelangi yang manis.

Jejak terlanjur terpacak.

Ada bekas yang sudah tak bernafas. Takkan hilang sejauh apapun kamu coba buang. Hanya akan jadi samar ditelan waktu: sedikit terlupakan. Ada luka, ada suka, ada rindu, ada malu. Ada jumpa tak pernah kita lupa.

Kenanglah. Kenang. Semua yang kini telah jadi bayang. Tapi jangan kamu habiskan energimu hanya untuk itu. Karena ada hal lain yang lebih bijak dari pada mengenang: membuat cerita baru yang lebih indah.

telah-dibukukan

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

7 thoughts on “Melangkah”

  1. move on itu kembali kepada Allah zhar, hakikatnya manusia yang hanya jadi hamba, Abdi Allah yang perasa move itu menyadarkan jika Allah itu memberikan seribu jalan untuk melewati apa yang sudah diberikan dalam kata lain belajar menjalani dan menerima hal baik dari yang disebut manusia itu keterpaksaan tapi 🙂 hm tapi menurut saya move on bentuk cinta kita pada Allah yang muncul sesudah perjalan dari yang kita anggap tidak baik berusaha menjadi baik 🙂 Subhanallah ya azhar tulisannya hhehe saya jadi be-elegi dan punya fikiran sederhana yang membuka bantin saya kalo baca tulisan dikau 😀 semangat ya ikhwan nulisnya

  2. Reblogged this on Sajak Pena and commented:
    “Ada bekas yang sudah tak bernafas. Takkan hilang sejauh apapun kamu coba buang. Hanya akan jadi samar ditelan waktu: sedikit terlupakan. Ada luka, ada suka, ada rindu, ada malu. Ada jumpa tak pernah kita lupa.

    Kenanglah. Kenang. Semua yang kini telah jadi bayang. Tapi jangan kamu habiskan energimu hanya untuk itu. Karena ada hal lain yang lebih bijak dari pada mengenang: membuat cerita baru yang lebih indah.”

    Ya, mari membuat cerita baru yang lebih indah 🙂

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s