Tanya

Pada daun yang pelan-pelan menguning aku bertanya: seberapa penting arti abadi bagimu? Hasrat alami yang terkekang dengan alami. Tidak ada daya, upaya, atau sekadar doa untuk mengujudkannya karena ia tahu semua itu sia-sia. Jadilah menguning itu satu proses yang ia nikmati. Menghayati kerentaan dengan hati-hati meski tak punya hati.

Pada tunas bambu aku bertanya: mengapa kau ada? Mengapa harus ada regenerasi? Mengapa sesuatu tidak muncul, hidup, lalu hilang saja tanpa perlu memicu tanya? Mengapa kau harus hidup membersamai kehidupan-kehidupan lain?

Pada tikus yang mati hina terlindas mobil aku bertanya: seberapa penting arti hidup bagimu, hingga kau habiskan begitu saja di atas jalanan yang sama sekali tidak pernah melahirkanmu? Bagaimana rasanya dikutuk ratusan manusia yang barangkali lebih pantas dikutuk dari pada dirimu?

Pada diriku yang sedang bertanya, aku bertanya: apa artinya saling bertanya, bila sebenarnya kita tak perlu jawaban apa-apa?
Mengapa sering kali kita bertanya, hanya untuk sekadar bertanya?

telah-dibukukan

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

One thought on “Tanya”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s