Pulang

“……
Free me. Free me.
Free me from this world.
I don’t belong here.
It was a mistake imprisoning my soul.
Can you free me?
…….”
(Explorers, Muse)

Pulang. Pulanglah, semua belum terlambat. Masih banyak jalan menuju rumah. Masih ada waktu. Mumpung kamu masih punya cukup tenaga untuk meninggalkan jalan menyimpang yang kini tengah kamu tapaki. Mari putar arah.

Berhenti. Berhentilah menggantungkan hidupmu pada pundak orang lain—sahabat, atau bahkan saudaramu sekalipun. Berjalanlah di atas kakimu sendiri—di atas kepercayaan dirimu sendiri. Pulanglah, kembali pada orang-orang yang sempat kamu lupa dan abaikan. Genggamlah kembali tangan orang-orang yang mencintaimu, seberapa jauhpun kamu telah melepaskannya. Dekap erat tubuh mereka, rasakan semua sensasi gelombang dua kutub rindu yang sempat tercerai, berjalanlah bersama. Ada hal besar yang mesti kamu raih bersama-sama di sana.

Jadi, pulanglah.

Dalam kehidupan ini, terlalu banyak orang yang mesti dikasihani karena berjalan tidak di atas cita-citanya sendiri. Dan kamu ingin menjadi bagian dari mereka?

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

One thought on “Pulang”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s