Melupakanmu

Melupakanmu.

Meninggalkan setiap jenak kenangan yang diam-diam selalu kita banggakan. Memori indah yang kuputar ulang di kepalaku tiap pagi dengan hati-hati—jangan sampai ada detik yang terlewat untuk kuingat.

Membakar habis semua surat yang pernah kutulis: yang tak pernah sampai, yang sampai namun kau lewatkan tanpa sempat kau baca, yang kau baca seluruh atau sebagian. Atau yang telah kau lupakan—surat-surat yang telah kau bakar lebih dulu tanpa kutahu.

Melupakanmu.

Menarik kembali semua kata rindu yang pernah terlempar dalam diam juga bisu. Dalam yakin maupun ragu.

Menghapus semua kebiasaan-kebiasaan baruku sejak pertama kali mengenalmu: tetiba lupa cara bicara saat di hadapmu, lupa gravitasi saat di dekatmu, atau lupa malam saat mengenang senyummu. Malam selalu terlalu pagi untuk buru-buru membawa keindahan-keindahan nyata yang kau sajikan ke dalam mimpi.

Melupakanmu.

Membangun penjara sesal yang kelak akan mengurungku. Mengikat mati tanganku. Merantai kedua kakiku. Menutup mataku hingga hanya gelap kulihat: tak sanggup lagi aku mendapatimu, bahkan untuk sekadar menatapmu. Atau merasakan keberadaanmu. Aku mati rasa.

Melupakanmu.

Adalah memadu air dan minyak tanpa pengemulsi.

Adalah mengukir langit.

Adalah memutar balik waktu.

Demi hujan dan malam, aku tak mampu.

telah-dibukukan

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

11 thoughts on “Melupakanmu”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s