Lelucon

Carikan aku lelucon yang lebih lucu dari kata-katamu malam itu. Saat kaubilang aku jadi…. apa? Sudahlah, aku sudah lupa. Yang aku ingat, malam itu aku tertawa—dalam arti sebenarnya, juga dalam hati. Menertawakan segala kebodohan ini.

Entah siapa yang bodoh. Mungkin aku. Atau dirimu. Atau barangkali kita adalah dua orang bodoh yang dipertemukan takdir. Ya, kita adalah dua orang bodoh.

Tapi… Kebodohan tidak selamanya buruk, kan?

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s