Kunci

Dulu sekali, aku kerap bilang: aku pelupa akut. Tapi tentangmu, aku pengingat yang baik—entah bagaimana caranya.

Jarak dan waktu selalu saja berusaha menggerogoti setiap memori yang kusimpan di kepalaku, dengan atau tanpa izin. Tapi, ingatan tentangmu pengecualian. Gambar-gambarmu adalah pantangan bagi mereka—benda langka yang haram untuk dijamah barang secuil.

Aku memprediksi kemungkinan lain. Boleh jadi, selama ini semua cerita tentangmu tak kusimpan di kepala. Melainkan dalam hati—ruang suci yang terkunci.

Dan jangan sesekali tanya aku di mana kuncinya.

Mungkin, dulu pernah tanpa sadar kubuang.  Aku tidak tahu. Kali ini aku lupa. Sekalipun aku tahu, satu-satunya hal yang akan kulakukan adalah pura-pura tidak tahu.

jj2

SaveSave

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s