Cuma Imaji

Jangan. Jangan paksa dirimu berkata-kata bila memang tak ingin bicara. Cukup begitu, diam saja seperti biasa. Seperti diam-diam sebelumnya. Memang sesekali kita butuh kebekuan itu, keheningan yang melumat kita dalam pusaran ilusi. Aku berilusi, kamu berilusi. Lantas pelan-pelan kita akan menyadari: cerita kita selama ini hanya imaji.

Maka…

Malam ini dan seterusnya,

Detik ini dan selamanya,

Atas nama keteduhan jiwa yang senantiasa kauhadirkan, aku selalu berdoa: ‘Semoga keberadaanmu nyata’

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

One thought on “Cuma Imaji”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s