Tentang Kita dan Waktu

Akhir-akhir ini, entah mengapa aku selalu memikirkanmu.

Pak,

Tentang pesan-pesan yang kausampaikan padaku waktu itu, maaf  kalau aku belum mampu menjalankannya. Semua maupun sebagian.

Tentang nasihat-nasihat yang pernah kauucap padaku sejak dulu, ingin sekali kuikuti. Semua. Andai aku tak sebodoh ini. Menjalani hidup semau-mau. Lupa bahwa di pulau seberang sana ada seseorang yang dengan penuh kesederhanaan, entah bagaimana caranya selalu memastikan hidupku terjamin di sini. Yang boleh jadi dalam setiap shalat malamnya tak pernah khilaf memanjatkan do’a untuk kebaikanku. Yang selalu menjadi orang yang paling khawatir kala mendengar kabar diriku yang sedang sakit: dirimu, pak. Betul pak, manusia luar biasa itu adalah dirimu: bapak paling romantis sedunia. Aku barangkali kebalikannya. Durhaka. Durjana.

Lalu tentang masa kecilku yang kita habiskan bersama, masihkah kau mengingatnya, pak?

Saat kauantar aku sekolah dengan RX King merahmu yang katanya motor dinas.

Saat diam-diam kau tambahkan uang jajanku tanpa sepengetahuan ibu.

Saat kauambilkan rapor SDku yang membuatmu (semoga) tersenyum bangga karena aku selalu peringkat satu.

Saat kaubonceng aku ke Masjid dengan sepeda unta merk phoenixmu bila jum’at tiba.

Saat kauajak aku memancing di sungai, atau kadang di lebung. Waktu itu kita sering dapat ikan gabus yang besar-besar, pak. Masih ingat?

Saat kaumengajakku untuk ke kali belakang rumah: mandi sambil mencuci. Saat itu sungai belakang rumah kita masih jernih, pak. Tidaksekeruh kini. Tempat yang selalu jadi pelarian kita bila kemarau datang memaksa sumur untuk kering.

Saat kita bermain di belakang rumah sambil menunggu ibu pulang kuliah. Saat itu kaubuatkan aku mainan dari pelepah pisang.

Atau saat kau memarahiku karena aku malas mandi, dan malah terus-terusan bermain gundu padahal hari sudah mulai gelap.

Betapa banyak saat yang kita lalui. Bersama. Betapa kaubimbing aku dengan cinta.

Aku ingat betul. Waktu itu, waktu mendengar kabar baik diterimanya aku di UI, kita, atas idemu mengadakan syukuran kecil-kecilan. Sekedar nasi kuning yang dibagikan ke tetangga. Sejak saat itu, entah dalam momen kedatangan atau kepergianku dari rumah, kau tak pernah absen memelukku, atau sekedar mengecup  keningku. Kadang menyapukan hidungmu ke sebagian wajahku. Tahukah kau, Pak? Pelukan itu, kecupan itu, selalu sukses membuatku jadi merindu. Kau memang romantis.

Pak,

Beberapa hari yang lalu ibu datang ke sini dan bilang bahwa kau sedang sakit. Allah memang punya beragam cara untuk menunjukkan cintanya, Pak.

Brangkali aku sok tahu. Tapi tentang masa depan akhiratmu, aku yakin kaumasuk surga. Karena mengingatmu mengingatkanku pada Allah. Hingga aku jadi takut neraka. Takut tak bisa lagi berjumpa denganmu.

Pak,
Demi ruang dan waktu yang olehnya raga ini dipisahkan
Kini aku rindu
Rindu semua pelukan dan kecupan
Rindu bercerita sampai malam tentang kehidupanku di kampus, atau mendengar cerita tentang perjuanganmu saat bersekolah dulu. Kemudian aku tanpa sadar membanding-bandingkan: masih jauh.

Aku rindu
Terlebih lagi,
Aku rindu saat Ramadhan..
Saat kita selalu sempatkan waktu untuk shalat shubuh berjamaah. Lalu duduk melingkar mendengarkanmu ceramah.
Alhamdulillah…

Anakmu,
Yang baru saja dijerat haru usai meneleponmu
Yang baru bangun dari lupa bahwa telah lama kita tak berjumpa

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

10 thoughts on “Tentang Kita dan Waktu”

  1. Kalau aku yang nulis pasti sambil nangis …

    Semoga tetap jadi kang Azhar yang menulis dengan menatap ketempat terjauh seperti ini, cukup jadi yang sederhana , sederhana itu bukanlah murahan , sederhana itu sopan dan bermakna dalam … : )

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s