Lekas Cerah

Ini siang. Kita masih berhimpun dalam rumah yang katanya suci namun jarang dihuni. Ada tawa, ada lelah, ada jiwa yang berbunga. Ada rasa yang beragam, tapi kita sepakat bahwa hari ini adalah hari yang indah.

Waktu memang seringkali menipu kita dengan bahagia sesaat yang dibuatnya. Tapi ia tak akan berhenti. Terus berjalan memisah-misahkan. Jadilah kita berserakan. Jadilah kita punya jawaban berbeda untuk kata ‘dimana’.

Biar saja.

Bukankah jarak akan mencipta gerak, sementara dekat lebih sering membuat kita sulit untuk ingat?

CB Peduli, Masjid SDIT NF, 29 April 2012
~ menanti hujan menyerah pada cerah

gambar dari sini

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s