Malam

Tiada yang spesial dari malam ini. Hanya semangkuk rindu dan secangkir kopi. Kuseduh dengan air panas delapan puluh derajat. Kuteguk sendiri. Nikmat, meski manisnya kurang tepat.

Adakah yang spesial dari malam ini? Setelah semua cerita tentang keindahan kau renggut habis. Dan aku hanya disisakan sedikit. Angan, yang lebih pantas disebut kenangan. Di dalamnya kusisipkan secarik surat, goresan perasaan yang mulai kulupakan. Kini aku sadar melupakan adalah hal paling utopis yang pernah kulakukan.

Apalah yang spesial dari malam ini. Hanya langit yang gelap tanpa bulan, dan tanah basah yang masih  bau hujan. Detak jam dinding yang terdengar pelan-pelan. Ditambah kata-kata kurang sopan yang tertahan untuk diteriakkan.

Aku berhamburan.

Bangun tidur, ngetik sambil ngelindur
Depok, 8 April 2012

0:02 WIB

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

2 thoughts on “Malam”

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s