Ego

Bila ingat hujan semalam. Demi pepohonan yang tumbang dan daun yang rontok berjatuhan. Ingin rasanya diri ini menguap, lenyap terpilin angin. Akan kutabrakkan diriku pada dinding supertebal bernama ego yang mengungkungmu. Agar ia hancur porak poranda. Lalu akan kutemui dirimu bergerak lambat tertatih, kita akan sama-sama tahu bahwa selama ini kamu menderita.

Jangan. Jangan bilang lagi kamu masih tegar. Tulangmu yang remuk sudah mampu menjelaskan lebih dari cukup. Sekujur tubuhmu yang biru lebam bahkan mampu bicara lebih tegas dari pada teriakanmu yang lebih terdengar seperti berbisik.

Menyerahlah. Kamu sama sekali tidak kalah. Hanya saja, kadang kita perlu terluka untuk tahu darah.

telah dibukukan

gambar dari sini

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s