Diam-diam, Kamu…

Untuk Blog Contest Mizan.com

Kalau kamu curiga mengapa aku jadi suka membaca, salahkan kamu. Kalau kamu bingung mendadak aku jadi doyan menulis, salahkan kamu. Salahkan kamu, kamu, dan kamu. Kamu yang cuma punya satu nama. Ya, kamu. Kamu yang ‘tak pernah mau tahu. Kamu yang ‘tak bicara tapi bercerita. Kamu yang jujur tapi sulit diterka. Kamu yang dengan kronco-kronco idemu bertengger di balik otak, menggoda sekawanan dopamin yang sedang istirahat untuk berpesta.

Sedang apa kamu di sana, menuliskah? Itukah yang kamu lakukan tiap hari, tiap pagi, yang kamu bilang bisa kamu lakukan tanpa perlu mandi?

Kamu, diam-diam berkomplot dengan kelopak mataku untuk tetap terbuka, untuk membaca lanjutan kisah dalam novelmu, atau sekedar membaca ulang prosa-prosa mujarab yang kamu tulis seperti mantra. Kata Elly Risma, narkotika bisa merusak tiga bagian otak, pornografi bisa merusak lima bagian otak. Kamu, semuanya, bukan cuma otak. Kamu bilang supernova itu virus, kini aku sedang terjangkit. Bisa dibilang aku sakit. Tapi ‘tak perlu kamu cari obatnya, karena aku ‘tak mau sembuh.

Dee… Kali ini kucoba bisikkan namamu, jangan kamu kaget apalagi takut. Jangan juga marah lalu cemberut. Santai saja. Sesantai turis-turis yang berjemur di pantai. Sesantai anak-anak SD yang duduk berjuntai. Sesantai saat kau menulis Perahu Kertas.

Ngomong-ngomong tentang Perahu Kertas, apa kabar Keenan dan Kugy? Katanya mereka mau main film. Hebat ya. Nanti yang memerankan Luhde siapa? Awas kalau ‘tak secantik yang kubayangkan. Kali ini aku benar-benar mengancam.

Surat ini kubuat bukan karena aku mengagumimu, Dee. Surat ini sengaja kubuat untuk dapat hadiah buku-bukumu, karena aku sangat mengagumimu. Garis bawahi kata sangat. Dan perkenankan aku menyimpan karya-karyamu di lemari bukuku, agar kalau anak-anakku nanti bertanya “siapa yang jadi inspirasi bagi ayah”, jawabnya kamu.

Dari: Azhar Nurun Ala
Untuk: Mizan.com

Yeay! 😀

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

32 thoughts on “Diam-diam, Kamu…”

  1. huuuuaaaa,,, co cweeeet,,… ternyata azhar,, penggemar sang dee,, sampaikan salam buat putri kesatria dan bintang jatuh 🙂

  2. baru sadar ada bagian ini, selamat ya 😀 maaf telat bangeet banget
    sejak pertama aku baca karya kamu kaya uda ada madre-nya yakni, DEE 🙂

  3. setiap saya membaca tulisan azhar saya selalu kagum dan suka banget. dari mulai tulisan yang bahasanya ‘berat’ sampai yang bahasanya ‘santai’. saya menyukai sastra tapi tidak seperti azhar menyukai sastra. jadi saya kurang mengasah kemampuan menulis saya. ingin sekali bisa mencintai sastra seperti mencintai suami (meski belum punya).
    selamat menginspirasi.. 🙂

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s