Belajar

Kamu ingin dikenang. Dirimu yang mini itu mau melompat semaunya, sampai semua merasa ia ada. Daun yang gugur karena umur, anak yang menangis karena dimarahi, kucing yang mendengus mencari kepala ikan, semua mengamini. Semua ingin kaubahagia, dan dikenang.

Tinggallah sekarang kamu yang punya kendali. Semua pintu-pintu kemenangan itu, kamu yang punya kunci. Hanya saja mungkin kamu belum tahu caranya, atau kamu belum menemukan pasangan kunci dan pintu yang serasi.

Meski begitu, jangan kamu bersembunyi.

Kamu terus belajar. Menyaingi aliran hidup yang tak berhenti berputar. Adakalanya ia deras. Adakalanya ia pelan hampir berhenti. Pergunakanlah sebongkah otakmu dengan sebaik-baiknya. Dan semua energi yang kamu punya, jangan kau buat sia-sia.

Kamu kadang ingin berhenti. Kebelet bertemu bidadari. Dengar, jangan lagi itu kamu ulangi. Kamu belum siap bertemu para penagih janji. Kamu masih diuji.

Nanti ketika dirimu telah jadi apa yang sering kauucap dalam doa sehabis shalatmu, tak perlu lagi kaumerengut karena takut, apalagi sampai pipis di celana. Ingatlah, ada Dia yang Maha Mendengar. Tapi Ia yang Maha Suci hanya mendengar apa yang sejati.

Maka berteriaklah dalam hati, tak perlu kauumbar keras-keras, nanti kau dipukuli.

Published by

Azhar Nurun Ala

Laki-laki yang sedang belajar mencintai.

4 thoughts on “Belajar”

  1. Menggarisbawahi kata “Tapi Ia yang maha suci hanya mendengar apa yang sejati” dalam pikiran. Ditegor untuk tidak meminta apa yang tidak suci dihadapanNya.

    Terima kasih ya Bro

Tinggalkan Kesan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s