Merapikan Kenangan

Kumpulan Surat yang 'Tak Pernah Sampai

Cinta adalah Perlawanan

IMG_20140917_112954

Cinta adalah pertahanan kita. Yang utama, pertama, sekaligus yang terakhir. Ia menunggalkan yang jamak, mencipta harmoni dari warna yang tak cuma satu. Tanpanya, hanya ada aku, kamu, dia, dan dunia yang penuh luka. Tanpa cinta, neraka berujud sebelum dunia sirna.

Merayakan cinta bersamamu adalah mendaki bersama untuk kemudian mengibarkan sebuah bendera kemenangan di puncak. Barangkali kita akan meneteskan keringat yang tak sedikit, juga sesekali tak sengaja menginjak duri yang buat kita rasakan sakit. Tapi, tetap saja pendakian bersama lebih membanggakan daripada perjumpaan di puncak dengan bendera Read the rest of this entry »

Biarkan Waktu Kesepian

mini IMG_20140925_191703

Tentang waktu, kadang kita terlalu rendah hati untuk bernegosiasi dengannya. Kita pasrahkan semua padanya, seolah kita tak bisa apa-apa. Lantas dengan nada sok bijak kita berkata: ‘biar waktu yang menjawab.’

Padahal waktu bisu, tak bisa berucap apa-apa, apalagi mendekatkan dua manusia.

Menjadikan waktu sebagai tuan adalah menyerahkan diri untuk habis dicincang. Sebab waktu adalah pedang yang tajam. Read the rest of this entry »

Cinta adalah Cahaya

father_love__by_bobbytnr-d3crweo

My bounty is as boundless as the sea.
My love as deep,
the more I give to thee,
the more I have, 
for both are infinite. 
William ShakespeareRomeo and Juliet

Kau pernah mendengar kisah klasik ‘Romeo and Juliet’ karya William Shakepears? Kisah—yang katanya—tentang cinta sejati yang dibawa sampai mati. Bagi mereka, cinta sejati adalah hidup bahagia berdua di tengah waarna-warni taman bunga atau mati saja. ‘Jika keindahan cinta tak bisa kita jangkau, maka kita buat saja segalanya jadi tak terjangkau’, begitu barangkali pikir Romeo dan Juliet.

Atau kau pernah mendengar legenda ‘Laila Majnun’? Cerita tentang ketakberdayaan sang Qais dalam menggapai perempuan yang siang-malam begitu ia dambakan. Bagi Qais cinta adalah memiliki, maka badai kesedihan melanda ketika sang pujaan hati tak kunjung datang ke dalam pelukannya. Pada akhir kisahnya, Qais sang Majnun mati dalam kesedihan di atas makam Sang Layla.

Tidakkah hatimu tergerak untuk menyimpulkan bahwa berdasar kisah-kisah tersebut, cinta seperti tak punya jarak dengan kebodohan? Apakah memang begitu?

Adalah ‘The Sorrows of Young Werther’, novel karya Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) pada tahun 1774 yang Read the rest of this entry »

Untuk Perempuan di Balik Senyuman

1609717_274775452723232_5509855345309540495_n

Kita bukan sepasang kekasih yang mengisi seluruh waktu bersama dengan saling memuji dan mengagumi. Kita juga bukan sepasang kekasih yang selalu bisa habiskan waktu dengan menyenangkan karena punya hobby yang sama. Ya, kadang kita saling membenci. Aku membenci sikap diam dan perhatianmu yang berlebihan pada hal-hal kecil. Dan kau, barangkali begitu mengutuki sifat emosionalku yang seringkali meledak-ledak tak terkendali, atau, sikap dinginku yang selalu sukses menularkan kebekuan di antara kita.

Ah, barangkali aku memang bukan kekasih yang baik. Sebagaimana hidup kita yang tak selalu berjalan baik. Kadang jiwa kita tenang tentram, kadang kita menjalani malam-malam yang penuh kekhawatiran. Kadang kita bisa makan apa saja yang Read the rest of this entry »

Rijal Rafsanjani vs Annisa Larasaty

tmrr

Ini salah satu kutipan dalam Novel ‘Tuhan Maha Romantis’. Ceritanya Rijal Rafsanjani & Annisa Larasaty masing-masing diminta untuk menginterpretasikan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, saat perasaan keduanya…. ah sudahlah. Ada yang suka puisi ini, seperti saya? :)

———–

Rijal Rafsanjani

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu 1

Kepada hujan, barangkali kita memang perlu mengucapkan terima kasih yang dalam. Hadirnya telah membuat apa-apa yang tak terungkap tetap rahasia. Karena ternyata, hujan tak hanya menghapus rintik rindu, tapi juga melarutkan kenangan-kenangan. Membawanya pergi entah ke mana, sebab laut tak pernah sanggup jadi muara buat Read the rest of this entry »

PreOrder Seribu Wajah Ayah, Ja(t)uh & Tuhan Maha Romantis

Bookshelf final

Assalamualaykum, Halo teman-teman!
Salam sejahtera untuk kita semua. :)

Ada perasaan bahagia yang membuncah dalam hati saya, sebab akhirnya ‘anak’ ketiga saya lahir juga bulan ini. Setelah sebelumnya anak sulung lahir di bulan April 2013, dan anak kedua di Bulan Februari 2014. Seperti ketika kelahiran kedua kakaknya, kali ini saya pun melahirkan anak ketiga secara self publishing di bawah label azharologia & Lampu Djalan. Dan saya memang tidak mendistribusikan buku-buku yang kami terbitkan lewat toko-toko buku, dengan berbagai pertimbangan.

Oleh sebab itu, kami merekomendasikan teman-teman semua yang berminat mengoleksi karya-karya sederhana saya untuk mengikuti PreOrder. Kenapa? Karena jumlah buku yang kami cetak akan disesuaikan dengan jumlah PreOrder, misal kalau yang ikut PreOrder ada 2.800 orang, kemungkinan kami hanya mencetak 3,000 eksemplar. Kami akui ini sebagai salah satu kelemahan sistem yang kami gunakan, sebab butuh modal besar untuk menyediakan stok yang banyak. Itu sebabnya beberapa bulan terakhir banyak dari teman-teman yang ingin mengoleksi Novel Tuhan Maha Romantis harus bersabar menunggu cetakan selanjutnya.

Dan waktu itu kini telah datang! Ketiga buku saya siap untuk teman-teman koleksi, baik sebagian maupun keseluruhan. Tentunya untuk keseluruhan (paket bundel) akan ada harga khusus.

Bagaimana cara pesannya? Langsung saja:

1. Jatuh

Resensi jatuh

Menjauh untuk menjaga. Kau tahu, sejujurnya aku benci konsep itu.

Ja(t)uh merupakan buku pertama Azhar Nurun Ala yang berisi kumpulan prosa tentang cinta dan renungan-renungan kehidupan. Resensi Ja(t)uh bisa dilihat di sini. Ja(t)uh bisa teman-teman koleksi dengan harga 46,000. (stok terbatas)

“Saya menikmati cara Azhar menemukan dirinya dalam kata-kata, dalam antologi prosa berjudul Ja(t)uh ini. Dan saya menyukainya” Fahd Djibran


2. Novel ‘Tuhan Maha Romantis’

TMR

Ketika ekspresi rindu adalah doa, tak ada cinta yang tak mulia

Download Soundtrack

Lebih lanjut tentang Tuhan Maha Romantis bisa dilihat di sini. Novel ‘Tuhan Maha Romantis’ bisa teman-teman koleksi dengan harga 60,000.

“Membaca Tuhan Maha Romantis bukan cuma mengeja rangkaian kata. Membaca Tuhan Maha Romantis adalah mengalami sebuah perjalanan hati.” Vidia Nuarista


3. Seribu Wajah Ayah

untuk blog

Karena cintanya adalah pancaran cahaya—tak ‘kan berhenti hanya karena kau menutup jendela

Inilah novel terbaru Azhar Nurun Ala, kisah tentang seorang ayah yang berjuang membesarkan anaknya seorang diri setelah kekasihnya meninggal ketika melahirkan sang anak. Prolog Novel ‘Seribu Wajah Ayah’ bisa dilihat di sini. Novel ini bisa kamu koleksi dengan harga 54,000.


Paket Bundel
Karya Azhar Nurun Ala

paket bundel

Paket Bundel karya Azhar Nurun Ala (Ja(t)uh, Tuhan Maha Romantis, & Seribu Wajah Ayah) bisa dikoleksi dengan harga khusus 160,000 144,000.


Cara PreOrder

Langsung saja siapkan Handphone kamu, ketik: Nama / Alamat Pengiriman / No HP / Judul & Jumlah Buku / Email kirim via SMS/Whatsapp ke 08979584095 atau BBM 73F643F0

Iphone


Timeline PreOrder

poster po blog

PreOrder dibuka mulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 20Agustus.

PreOder akan melalui beberapa tahapan, mulai dari Pemesanan, Percetakan (memakan waktu 2 minggu), Pen-TTD-an, Pengemasan, sampai dengan pengiriman. Paket Buku akan kami kirim ke alamat pengiriman teman-teman selambat-lambatnya 20 September 2014.


Merchandise Spesial

300 Merchandise blog

Kami menyiapkan 300 Merchandise spesial untuk 300 pemesan pertama (di tiap judul). PreOrder akan dibuka tanggal 10 Agustus jam 00.00, siapa cepat, dia dapat! :)

Info lebih lanjut hubungi:

Twitter: azharologia
SMS/Whatsapp: 08979584095 (Admin azharologia)
BBM 73F643F0
azharologia.com

10 Foto Terbaik #MomenBarengAyah

Instagram 10 terbaik

Alhamdulillah, semenjak Kuis Foto #MomenBarengAyah dimulai (1 Agustus) sampai ditutup (tanggal 7) Agustus, ada hampir 300 foto yang masuk. ‘Semua foto keren!’, itu yang membuat kami kesulitan memilih 10 terbaik. Tapi kami harus memilih, dan tentu saja dengan subjektif—meski kami telah menetapkan kriterianya.

Jujur saja, awalnya, kami hanya berencana menggunakan foto-foto terbaik untuk melengkapi kover belakang ‘Seribu Wajah Ayah’. Namun melihat antusiasme dan kerennya foto-foto yang masuk, kami mengubah rencana: kami akan memasukkan semuanya ke dalam novel. Bagaimana caranya? Lihat saja langsung nanti di novelnya. :)

Berikut 10 Foto Terbaik #MomenBarengAyah Read the rest of this entry »

Ketakutan

Fear_by_seppe1234

Apa yang sebenarnya sedang kita lakukan di dunia ini?

Kita membuka kunci layar telepon genggam kita, sudah banyak notifikasi di sana. ‘You have a new tweets’, ‘3 new invites’, ‘Nani Wijaya likes your photo’, ‘memory usages is over 85%’, ‘you have 8 conversations 54 messages’, ‘Andi Budiman mengajak anda berteman’. Ah, siapa pula Andi Budiman! Mengapa pula dia mengajak berteman!

Apa yang sebenarnya sedang kita lakukan di dunia ini?

Kita menghidupkan televisi: ada seorang perempuan dengan blues biru  berambut cokelat sedang membacakan berita politik dengan nada sok serius, sekelompok orang dengan wajah itu-itu saja membawakan lawakan yang tidak lucu, talkshow-talkshow yang dibuat semenarik mungkin padahal tak berguna, acara musik stereotipikal cuci-jemur-cuci-jemur yang tidak ada habisnya, sinetron serigala jadi-jadian yang sedang digandrungi para remaja—dan didukung penuh oleh ibunya, Marshanda yang tak lagi memakai jilbab, Syahrini jalan-jalan ke Italy, Cak Lontong dicomblangkan dengan Desy Ratnasari yang sudah bersuami. Oh ya, tak ketinggalan catatan hati mahadramatis seorang istri favorit ibu-ibu dan masih banyak lagi.

Apa yang sebenarnya sedang kita lakukan di dunia ini?

Kita bekerja untuk hidup, hidup untuk bekerja. Akhir pekan kita tidur seharian di rumah atau pergi ke mall—melihat apa lagi Read the rest of this entry »

Membebaskan

Bird_by_KatMad

Seekor burung dikurung dalam kandang, diberi makan sehari tiga kali. Tak pernah kelaparan barang sehari sebab majikannya begitu murah hati—semua yang mengenalnya tahu ia pecinta burung. Kandangnya mewah, bersih, dicuci setiap hari. Bila ada award untuk burung yang hidupnya paling berkecukupan, tentu ialah pemenangnya.

Semua keinginannya sanggup terpenuhi di sana kecuali satu hal: terbang dengan bebas. Maka hidupnya jadi tak bahagia.

Apakah memelihara harus selalu dengan mengurung?
Apakah mencintai sama dengan mengekang?

Tanya sang burung setiap hari dengan bahasa kicaunya. Tapi nampaknya percuma, sebab sang majikan bukan hanya tak mampu menjawab pertanyaannya, mengerti bahasanya pun tidak.

Bagaimana caranya tuan mencintai tanpa mengerti?

Kicaunya suatu hari dengan nada frustasi. Dan sang majikan hanya menatapnya sambil tersenyum—ia tetap tak mengerti.

*

Tantangan para pecinta sejak dulu selalu begitu. Ia harus memiliki kemampuan untuk Read the rest of this entry »

Episode 1 : Malapetaka

Azhar Nurun Ala:

Adik saya, Azka Nurun Ala, mulai memberanikan diri mem-publish tulisan-tulisannya. Alhamdulillah. :)

Originally posted on NEGERI ANTAH BERANTAH:

and_where_the_day_was__the_likeness_of_the_night_by_inextremiss-d7ratlg

Watanabe Akiyama dan Ryouko Koto, dua sobat kental sejak duduk di bangku Sekolah Dasar ini menempati sebuah rumah kontrakan kecil di Distrik Konami. Sejak lulus SMP, mereka telah meninggalkan kota kelahiran tercinta demi mengenyam pendidikan di SMA terbaik di seluruh negeri Antah Berantah . Tingkat kecerdasan mereka yang di atas rata-rata anak seusia mereka dan restu dari sang Pemilik Semesta menghantarkan mereka menjadi dua dari sedikit siswa yang berhasil memperoleh tiket beasiswa di SMA Nara.

Pagi ini, pagi di hari minggu yang tidak seperti biasanya. Suasana minggu pagi yang biasanya cerah ceria, kini mendung seakan langit dirundung duka. Matahari yang di hari biasanya selalu agresif menantang semesta dengan penuh kecongkakan  kini tampak tersipu malu, enggan menampakkan dirinya dan memilih untuk bersembunyi di balik keangkuhan sang awan. Burung-burung memainkan orchestra alam dengan ala kadarnya, tampak tidak bersemangat dan asal-asalan. Tiada yang menyangka dan mampu membaca pertanda alam. Entah kebetulan atau bukan…

View original 1,224 more words

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 8,000 other followers

%d bloggers like this: